BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan  terus berkomitmen mencegah terjadinya praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan gratifikasi baik di Kantor Pusat maupun di Unit Pelaksana Teknis (UPT), demikian ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, Sabtu (13/4/2019).

“Untuk itu, pihaknya telah menginstruksi pembentukan UPG kepada seluruh UPT sejak tahun lalu melalui Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor UM.008/68/17/DJPL-18 tentang Pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” tegas Agus.

Menurutnya, saat ini telah terbentuk sebanyak 283 Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) UPT Ditjen Hubla. Dengan adanya UPG ini diharapkan lingkungan kerja mampu menjadi peran utama dalam mengendalikan gratifikasi. “Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh seluruh UPT dengan membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi di unit kerja masing-masing,” ujar Dirjen Agus.

Selain itu, tuturnya, pimpinan dan pengelola UPG juga diharapkan dapat menjadi Role Model dalam pengendalian gratifikasi. UPG yang telah terbentuk memiliki tugas melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan UPG Utama Kementerian Perhubungan dalam hal ini Inspektorat Jenderal dan UPG Ditjen Perhubungan Laut dalam pelaksanaan pengendalian gratifikasi.

UPG UPT Ditjen Hubla, menurut Dirjen Agus, juga harus melaksanakan penyusunan program pelaksanaan pengendalian gratifikasi, menerima, mencatat, dan mereviu laporan adanya gratifikasi serta menyampaikan laporan gratifikasi yang diterima kepada UPG Ditjen Hubla atau KPK.

Dirjen Agus menambahkan, adapun Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 disebutkan terdapat 10 area pekerjaan yang rawan korupsi. Dari 10 area tersebut, terdapat tiga kelompok pekerjaan  yang berpotensi terjadi korupsi di lingkungan Ditjen Hubla, yakni terkait pengadaan barang/jasa atau belanja modal, pengisian jabatan struktural, serta penerbitan izin/pelayanan umum. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here