AAIB Dukung 02, Karena Jokowi Kurang Perhatikan Penegakan Hukum

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sungguh di luar dugaan. Awalnya hanya berharap deklarasi mendukung pasangan capres – cawapres, Prabowo – Sandi hanya dihadiri 1.000 orang dari Aliansi Advokat Indonesia Bersatu (AAIB), tapi ternyata pada saat deklarasi hadir sebanyak 3.000 orang.

“Ini benar-benar di luar dugaan. Ternyata yang diharapkan jauh melampaui. Artinya, AAIB memiliki harapan yang sangat besar pada pasangan capres – cawapres 02, untuk memperbaiki dunia hukum di Indonesia,” kata Syafrianto Reva, salah seorang inisiator mendukung Prabowo – Sandi menjadi Presiden – Wakil Presiden RI, saat memaparkan alasannya mendukung pasangan capres-cawapres 02, di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).

AAIB, jelas Syafrianto, didampingi moderator wartawan senior Arief Gunawan, sangat berharap terhadap yang didukungnya dapat mengubah dunia hukum kearah yang lebih baik. Hukum dihargai dan profesi advokat akan semakin dibutuhkan orang.

Menurutnya, setelah reformasi sampai kepemimpinan presiden sekarang ini, belum terlihat adanya perubahan-perubahan yang fundamental. Jika pun ada perubahan sedikit. Intinya, hanya jalan di tempat.

Ia menuturkan bahwa selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi, penegakan hukum kurang mendapat perhatian, terutama terkait dengan profesi advokat.

“Jadi ada kekecewaan dari kawan-kawan. Kalau kita tetap ada disini atau mendukung pasangan ini (Jokowi-Ma’ruf)  itu atau tidak mengambil sikap maka profesi ini akan tetap seperti ini,” ujarnya.

Kurangnya perhatian Presiden Jokowi selaku Kepala Negara terhadap profesi advokat terlihat dengan terbitnya surat Ketua Mahkamah Agung nomor 73 tahun 2016 yang memberikan kepada semua organisasi advokat yang tidak diakui oleh undang-undang untuk melakukan pendidikan profesi advokat.

Adanya, surat Ketua MA itu, jelas Refa, menimbulkan perpecahan di dunia advokat, jadi profesi ini organisasi ini akan menjadi perebutan  dengan orang-orang yang punya akses ke sana. Sementara yang tak punya akses akan sangat kesulitan.

“Kita memilih 02  dengan melihat dan melakukan kajian yang sangat dalam, yang kita lihat adalah profesi.  Kita tidak melihat kepentingan politik, apalagi kepentingan kekuasaan kita mendapat apa di situ. Yang kita lihat adalah bagaimana kita berharap dengan dukungan yang kita berikan ini benar-benar akan mengangkat harkat dan martabat kita sebagai advokat,” katanya. (Kds)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *