BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Aboebaar Alhabsyi mengatakan, belum terungkapnya kasus teror air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Novel Baswedan hingga dua tahun ini, bisa menjadi parameter publik untuk menilai keseriusan pemerintah dalam penegakan hukum.

“Suka tidak suka, hal ini akan menjadi salah satu tolak ukur dalam menilai kinerja petahana dalam bidang hukum. Karena kasus novel sudah menjadi atensi publik yang sulit untuk disembunyikan,” kata Habib Aboebakar dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Jumat (12/4/2019).

Selain itu, lanjut Wakil Ketua F-PKS DPR itu, masyarakat juga akan menjadikan penanganan kasus Novel ini sebagai salah satu indikator dalam pemberantasan korupsi. Sebab, keseriusan pemerintah dalam mengawal penegakan hukum kasus novel adalah salah indikator keberpihakan pemerintah terhadap pemberantasan korupsi.

“Jika kasus ini dibiarkan hingga dua tahun lamanya, publik pasti menilai minor terhadap political will untuk penguatan pemberantasan korupsi,” sebut dia.

Karena itu, Habib Aboebakar berharap kasus ini (teror air keras terhadap Novel), segera diselesaikan, sehingga para pegiat anti korupsi dan penegak hukum merasa aman dalam menjalankan tugasnya.

“Hal ini juga akan menunjukkan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum, sekaligus keseriusan dalam pemberantasan korupsi,” pungkas wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Selatan I itu. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here