BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sidang kasus pemalsuan dokumen penerbitan sertifikat tanah, dengan terdakwa Muljono Tedjokusumo kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (11/04/2019).

Dalam sidang yang mengagendakan pemeriksaan terdakwa itu terungkap adanya fakta-fakta pemalsuan surat guna mengurus penerbitan sertifikat tanah. Bahkan, terdakwa Muljono di depan majelis hakim mengakui adanya pemalsuan dalam proses penerbitan sertifikat tanah tersebut.

“Betul pak hakim, saya yang memberikan kuasa kepada Musnal untuk mengurus semuanya (tiga sertifikat tanah-red) itu ,” kata terdakwa saat menjawab pertanyaan majelis hakim, di persidangan.

Dalam perjalanannya, ungkap terdakwa, Musnal kemudian meminta tanda tangan dirinya untuk sejumlah surat keterangan sebagai syarat permohonan sertifikat seperti surat keterangan tidak sengketa, surat pernyataan penguasaan fisik dan lainnya.

Bahkan, Musnal tak hanya mengajukan tiga, melainkan empat sertifikat untuk menjadi sertifikat. Namun Muljono mengaku tak mempertanyakan AJB atau alas hak lain yang dipergunakan Musnal dalam mengajukan sertifikat yang keempat tersebut.

“Dia (Musnal-red) minta tandatangan saya, ya saya lakukan, pak hakim. Yang penting, dia harus urus semunya itu,” kata terdakwa Muljono.

“Tanpa harus saudara terdakwa pengecekan?,” tanya jaksa penuntut umum (JPU) Octa. “Tidak dibaca lagi,” jawab Muljono.

Terdakwa Muljono berkilah, dirinya baru mengetahui soal sertifikat keempat yang diterbitkan berdasarkan AJB dengan nomor 1209 seluas 2.504 meter persegi setelah dipanggil dan diperiksa kepolisian. Karena itu, terdakwa Muljono mengakatan bahwa tanda tangannya telah dipalsukan untuk mengajukan sertifikat keempat tersebut.

“Saya tidak pernah membuat Akta, dan bukan tandatangan saya. Tandatangan palsu,” katanya Muljono.

Jaksa Octa kemudian menunjukkan sejumlah berkas ke hadapan majelis hakim. Diantaranya terdapat tanda tangan Muljono. Namun, terdakwa berkilah terdapat salah satu dokumen yang tidak pernah dia tandatangani. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here