BERITABUANA.CO, MAKASSAR— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus fokus dan konsisten menggenjot pelatihan vokasi secara massif yang merupakan program prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Konsistensi keseriusan dalam pelatihan itu diperlihatkan dengan beberapa terobosan yakni massifikasi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), pemagangan terstruktur dan sertifikasi uji kompetensi.

“Setelah ada arahan Presiden Jokowi 2019 untuk prioritas pembangunan SDM, Kemnaker semakin massif melakukan pelatihan vokasi, lebih digenjot lagi,” kata Sekjen Kemnaker dalam sambutannya yang dibacakan Karo Humas Kemnaker Soes Hindharno pada acara Press Tour dengan tema “Sinergi Pers dan Pemerintah dalam Pembangunan SDM Indonesia” di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/4/2019).

Massifikasi pelatihan lainnya di BLK, menurutnya, sebagai upaya peningkatan daya saing manusia Indonesia yakni memberikan triple skilling: skilling, up-skilling dan re-skilling. Skilling untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill. Up-skilling untuk pekerja yang ingin meningkatkan skill, re-skilling untuk pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru.

“Triple skilling tersebut untuk memastikan agar daya saing tenaga kerja lebih baik dan sesuai dengan perubahan di pasar kerja,” jelas Soes. Untuk mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat, ujarnya, pemerintah juga membangun BLK Komunitas. Tahun 2017 dengan 50 BLK Komunitas, dan meningkat setahun berikutnya menjadi 75 BLK Komunitas. “Tahun 2019 naik menjadi 1.000 BLK Komunitas berbasis pesantren,” tegasnya.

Memasuki industri 4.0 dan teknologi digital, kata Soes, persaingan bisnis dan pembangunan yang semula banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, bergeser pada persaingan pada penguasaan teknologi informasi dan kompetensi angkatan kerja yang membutuhkan SDM berkualitas.

Plt Kepala BLK Makassar Asadiah dalam paparannya mengungkapkan target BLK Makassar untuk menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahun 2019 sebanyak 1.317 paket dengan 21.072 orang dan target sertifikasi sekitar 15.632 orang termasuk BLK Bantaeng sebanyak 90 paket. “BLK Makassar target 225 paket dengan 3600 orang.  Sedangkan UPTD BLK  Binaan 774 paket/12.834,” tuturnya.

Sebelum dialog interaktif, rombongan wartawan Kemnaker menyempatkan kunjungan ke BLK Makasaar. Asadiah pada kesempatan ini mendampinhi  awak media melakukan peninjauan ke workshop kejuruan otomotif, las, manufaktur perkakas, manufaktur CNS, listrik dan konstruksi.

Dalam acara ini, Kadisnakertrans Sulsel Agustinus Appang menyambut positif situasi ketenagakerjaan di Sulsel berjalan kondusif selama tiga tahun terakhir. Dewan Pengupahan yang terdiri dari unsur Apindo, SP/SB, pemerintah dan akademisi, meskipun berbeda pandangan tetap happy.

“Saya senang perkembangan serikat pekerja di Sulsel tiga tahun terakhir ini. Tiga tahun terakhir ada kepuasan tersendiri menghadapi secara langsung dengan buruh/pekerja,” kata Agustinus seraya menyebutkan, dari hasil pantauannya, dalam berbagai diskusi di dewan pengupahan dan tripartit berjalan kondusif. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here