BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti, menyampaikan harga bawang merah saat ini terpantau terkendali. Walaupun terjadi kenaikan harga, namun masih berada di bawah harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp32.000/kg.

“Harga bawang merah nasional pada Maret 2019 berkisar Rp30.214/kg. Meskipun mengalami kenaikan sebesar 18,68 persen dibanding bulan sebelumnya, namun harga tersebut masih di bawah harga acuan,” jelas Tjahya.

Tjahya juga menyampaikan, harga bawang merah masih terkendali di wilayah sentra produksi seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu masing-masing Rp31.110/kg dan Rp29.500/kg. Sama halnya dengan harga bawang merah di Temanggung dan Enrekang. Per 3 April 2019, harga di kedua daerah tersebut berkisar antara Rp15.000/kg—Rp27.000/kg. Sementara itu, kenaikan terjadi di daerah non-sentra produksi, seperti Papua, Maluku Utara, dan Papua Barat, masing-masing Rp45.000/kg, Rp43.085/kg, dan Rp41.125/kg.

Menurut informasi yang Kemendag terima, kenaikan harga bawang merah terjadi karena saat ini sedang di luar masa panen (off season). Namun, lanjut Tjahya, dalam dua minggu ke depan diperkirakan ada penambahan jumlah panen wilayah sentra seperti Brebes, Demak, Kendal, Sumenep, Probolinggo, dan Nganjuk.

“Diharapkan penambahan jumlah panen dapat meningkatkan pasokan bawang merah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga harga akan tetap terjaga stabil,” pungkas Tjahya. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here