BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH bersama dengan Tim Cobra Polres Lumajang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) perkelahian dua kubu pemuda yang berujung kematian pada salah satu pemuda berumur 16 tahun di desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

“Korban adalah Dhimas Abdul Ghoni asal Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang,” kata Kapolres, Selasa (9/4/2019).

Kapolres lalu menjelaskan kejadian ini bermula. Menurutnya, pada hari Sabtu, 6 April 2019 sekitar pukul 22.30 WIB, korban bersama teman-teman nya sekitar 7 orang sedang asik berpesta minuman lokal oplosan (milo) yaitu campuran alkohol 70 persen, komix dan hemaviton.

Setelah habis, teman korban bernama inisial D berinisiatif untuk membeli lagi ke tempat dimana ia biasa membelinya. Namun, diperjalanan ia bertemu dengan rombongan sepeda motor dari desa tetangga. Mereka pun saling mengejek dengan memblayer (menggas motornya supaya knalpotnya bergelegar).

“Permasalahan inilah yang kemudian memunculkan perkelahian antara mereka,” tutur Kapolres.

Setelah itu, perkelahianpun tak bisa dihindarkan antara kedua kubu tersebut. Mereka semua sama sama tak membekali dengan senjata tajam, sehingga mengambil apa saja yang ada di sekitaran seperti balok kayu, bambu, hingga batu untuk dijadikan senjata guna melukai lawan nya.

Akhirnya, inisial AG pun jatuh tersungkur karena pukulan benda tumpul hingga ia masuk ke sungai kecil di dekat TKP perkelahian. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat serta membawanya kembali ke rumah.

Namun malang, keesokan harinya ia kembali merasakan sakit yang luar biasa hingga akhinya ia dinyatakan meninggal dunia.

Berantas Peredaran Miras

Kapolres Lumajang mengatakan akan menyikat habis peredaran Miras oplosan di wilayah Lumajang.

“Kejadian ini bermula dari pesta miras oplosan yang dilakukan oleh korban serta teman-teman nya. Karena pengaruh minuman keras, pikiran mereka jadi tidak rasional,” ucap AKBP Arsal.

“Kami, sebagai pihak berwajib berjanji akan menyikat habis peredaran miras oplosan di wilayah Lumajang agar kedepan nya tak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia seperti kejadian ini,” tegas Alumni Akpol 1998 ini.

Ia lalu berpesan kepada warga Desa Bades agar tak membuat serangan balasan ke warga Desa Selok Awar-Awar.

“Mengingat kedua kubu ini adalah pemuda dari dua desa yang berbeda, saya himbau kepada masyarakat luas agar tak membuat serangan balasan kepada desa sebelah. Kami telah mengantongi semua identitas pelaku,sehingga serahkan semua kasus ini kepada pihak yang berwajib,” tutup Kapolres. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here