Kapolres Lumajang Bicara Bahaya Hoaks saat Menghadiri Isra’ Mi’raj dan Harlah NU ke-96

by -

BERITABUANA.CO, LUMAJANG- Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menghadiri Acara Isra Mi’raj dan Harlah NU ke-96 di gedung NU Lumajang. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memberikan sambutannya.

“Presiden Afganistan berpesan kepada kita agar waspada terhadap hoaks yang beredar, karena negara mereka ricuh karena hoaks, akhirnya bunuh-bunuhan, padahal sesama agama,” kata Kapolres Lumajang AKBP Arsal, Rabu (3/4).

Arsal menambahkan belakangan ini semakin banyak hoaks yang bertebaran di media sosial.

“Pengguna Medsos di Indonesia sekitar 40 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Dan kita tiap hari tidak bisa lepas lebih dari 7 menit dari handphone, bahkan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi tidak lepas dari Medsos,” ucap Arsal.

Menurut Kapolres, maraknya hoaks yang beredar dikarenakan adanya motif ekonomi. Menurut data yang dihimpun, seseorang bisa mendapatkan pemasukan dari google adsense hingga 1 Milyar dalam Setahun dari konten hoaks yang diproduksi.

“Situasi politik bergandeng dengan motif ekonomi menambah subur produksi hoaks, karena semakin banyak permintaan,” jelasnya.

Penyebar Hoaks menurut Arsal, biasanya menggunakan akun-akun palsu. Jika targetnya laki-laki maka menggunakan gambar perempuan yang cantik agar menarik, begitupun sebaliknya.

“Hasil penelitian LIPI (lembaga ilmu pengetahuan indonesia) menemukan bahwa daerah yang kental nuansa agamanya paling tinggi termakan isu hoaks. Hal ini karena terbiasa dengan dogma, jadi harus dipercayai tidak usah di tanya. Itu yang menyebabkan Hoaks mudah di terima,” ujar Arsal.

Harus Kritis

Kapolres Lumajang juga menyampaikan trik agar tidak mudah terkena hoaks. Salah satunya adalah masyarakat harus meningkatkan rasa kritis terhadap berita yang ada, jangan ditelan mentah-mentah.

“Selain itu, Masyarakat harus saring dulu sebelum Sharing. Aktiflah bertanya kepada yang ahli dalam masalah hal tersebut. Seperti masalah keputusan Munas NU tentang Kafir yang kemudian di goreng, dan menjadi banyak hoaks”, lanjut Arsal.

Arsal juga berterima kasih terhadap Nahdlatul Ulama dan tokoh-tokohnya yang tetap meneguhkan persatuan dan toleransi dan tidak berbau radikal dalam berdakwah.

“Ulama dan Umaro harus bersatu yang merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan, tetapi mempunyai tujuan sama,” tutup Alumni Akpol 1998 ini.

Dalam kegiatan ini sendiri mengambil tema ‘Dalam Rangka Haul Agung Jatman Kabupaten Lumajang dalam Rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Harlah NU ke 96 yaitu “Peran Thoriqoh dalam memperkuat Sendi Agama dan Negara”. (Lmj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *