BERITABUANA.CO, HONGKONG – Di Hongkong, ribuan orang berunjuk rasa di Hongkong pada Minggu (31/3/2019) menentang rencana pemerintah mengubah undang-undang ekstradisi, Mereka mengkhawatirkan terjadinya pengikisan kebebasan pribadi dan status kota itu sebagai pusat bisnis internasional.

Seperti yang diumumkan pada Februari, proposal pemerintah Hongkong itu, akan memberikan pemimpin kota itu kekuasaan eksekutif. Untuk mengirim para buronan ke wilayah jurisdiksi yang tidak tercakup dalam sistem pengaturan yang telah berlaku, termasuk ke Cina Daratan dan Taiwan.

Untuk itu, para penyelenggara aksi mengatakan 12.000 orang turun ke jalan-jalan, Sementara polisi memperkirakan jumlah mereka sekitar 5.200 pada saat puncak. “Warga Hongkong semua harus menanggung konsekuensi negatif dari keputusan ini. Ini menimbulkan risiko kebebasan individu dibatasi,” kata Lam Wing-kee, seorang penjual buku yang mengaku pada 2016 dia ditahan agen Cina.

Pekan lalu, pemerintah mengatakan akan menyampaikan rancangan perubahan kepada pihak legislatif pada Rabu (3/4). Rencana perubahan itu telah ditolak kuat oleh sejumlah anggota legislatif dan kelompok hak asasi manusia yang mengkhawatirkan bahwa perubahan itu dapat dieksploitasi oleh para pemimpin Partai Komunis China untuk merugikan kebebasan hukum Hongkong. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here