BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pada Indonesia Fashion Week 2019 di hari kedua Kamis (28/3), tiga desainer busana muslim Zahwazee oleh Salty Jofimar, Althafunissa Syari dari Karina, Khazzanah dari Eva Hazna menampilkan koleksi terbarunya. Mereka juga pengusaha wanita dalam komunitas syari.

Ketiga desainer ini  tergabung dalam Syari Community Indonesia yang merupakan komunitas pengusaha wanita syari. SCI Dibentuk oleh 30 wanita pendiri Desainer Syari Indonesia sebagai wadah bagi para muslimah syari agar lebih bersikap syari dimulai dengan berpenampilan syari lalu bergerak terus melalui aktivitas sosial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Zahwazee dalam peragaan siang itu mengangkat tema Fleur D’Amour yang terinspirasi dari kenangan masa lalu akan keindahan bunga- bunga  di taman serta kecintaan akan warna – warna pastel dalam lukisan dan wallpaper klasik. “ Kali ini saya tampilkan busana dengan aksen bunga dengan cutting untuk bridal atau wedding,”kata Salty yang sudah mengikuti IFW tiga kali ini. Ia menilai, ini untuk menjawab kebutuhan wanita syari mencari busana untuk pernikahan namun simple,” Tidak lebai,” katanya. Harga untuk koleksi ini antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta. Omset untuk Zahwazee sendiri Rp400 juta.

Untuk memperkenalkan koleksi Fleur D’amourR, Zahwazee merilis warna pastel dengan pola bunga.  Desain kali ini juga banyak memainkan teknik pleats yang sedang jadi tren saat ini dan memainkan potongan model ‘princess’ yang nyaman pada pemakai. Pemilihan bahan satin bridal pada sebagian besar koleksinya dan dengan aplikasi laser bordir bunga yang dijahit tangan dengan beragam payet,batu, dan kristal yang menambah keanggunan busana yang dikenakan.

Selain itu, brand Althafunissa Syari mengangkat tema “Spectrum of Liris”. Terinspirasi dari selembar kain putih dan canting tercipta aneka motif dan corak warna batik yang rupawan. Menurut Karina, pemilik bran Althafunissa, motif batik yang diambil Liris, atau Dan Liris yang merupakan motif kuno sampai ada perusahaan batik yang memakai nama itu. Arti Liris atau Dan Liris sendiri berarti hujan gerimis,”Dengan harapan hujan adalah berkah, begitu pula rejeki  dan hidupnya juga berkah,”kata Karina yang berprofesi notaris ini.

Ada 9 busana ditampilkan Karina, dengan dominasi warna Ametyhst dan sentuhan Saffron, perak serta perpaduan warna hitam. Seperti koleksi yang sering ditampilkan, kali ini Althafunissa syari tetap komit menggunakan bahan-bahan yang ringan dipakai, dengan tujuan agar muslimah syari tetap bisa beraktivitas nyaman tanpa batas dan tidak berat ketika dipakai. Bahan yang dipakai didominasi bahan chiffon, dengan aplikasi tulle dan organza. Aneka bordir dan lipat dihadirkan untuk mempercantik koleksi. Serta juga ada aplikasi payet dan Swarovski di setiap koleksinya.

Lalu, koleksi dari Khazzanah oleh Eva Hazna hadir dengan tema koleksi tahun ini yaitu The Beauty of The Ribbon dipersembahkan untuk wanita muslimah yang selalu tampil cantik syari dan fashionable setiap saat. Ditampilkan dalam 9 koleksi desain dengan aplikasi kristal dan swarovski dengan warna pastel lembut, terinspirasi dari keindahan dan kolaborasi bentuk pita dan bunga yang menggambarkan keanggunan wanita. “ Kali ini saya membuat printing digital yang menjadi trade mark koleksi ini,”katanya. Ia mematok harga antara Rp1 juta hingga Rp3 juta. (efp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here