Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tugas utama MPR RI harus terus membunyikan empat pilar dengan berbagai macam dan cara sosialisasi agar seluruh warga negara Indonesia memahami, dan dapat mengingatkan mereka akan hal pentingnya berbangsa dan bernegara. Untuk kali ini sosialisasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pembuatan prangko.

Prangko, diakui Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono, memang saat ini sudah tidak lagi populer seperti dulu. Namun dengan prangko seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dunia akan tahu tentang Indonesia dengan berbagai macan kekayaan alam dan kekuatannya.

“Saat ini sudah lebih lagi. Prangko yang biasanya mencerminkan kekayaan alam Indonesia, kini sudah ada yang mengambarkan idiologi, yakni prangko empat pilar,” ungkap Ma’ruf Cahyono dalam kata sambutannya pada acara ‘4 Pilar MPR RI Dalam Bingkai Prangko”, di Ruang Delegasi Lt. 2 Gedung Nusantara V MPR RI, Jumat (29/3/2019).

Sekjen penerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo, menjelaskan prihal prangko yang diluncurkannya itu pun sangat unik. Dia mengawalinya dengan membacakan puisi yang diberi judul ‘Ada Dalam Penantian’.

Dia menjelaskan, bahwa kesimpulan dari puisinya itu tak lebih menceritakan suatu ungkapan anak bangsa yang ingin terus merawat Indonesia, dengan terus-menerus tanpa lelah melakukan pembunyian nilai-nilai Indonesia.

“Menggaungkan isi yang terkandung dalam nilai-nilai empat pilar. Yakni, UUD 45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Dan saat ini juga langsung diwujudkan dalam bentuk prangko,” kata Ma’ruf.

Ia pun berharap diluncurkannya Prangko 4 Pilar, bukan hanya sekadar dijadikan simbol. Tapi musti dimaknai dengan benar nilai-nilai idiologi yang tertanam lama di Indonesia.

“Prangko 4 pilar ini adalah terobosan yang sangat luar biasa. Saya sangat bangga bisa mewujudkan 4 Pilar dalam bentuk prangko. Ini sangat luar biasa. Jadi saya harap jangan hanya dijadikan simbol, tapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari warga negara Indonesia,” pinta Ma’ruf.

Ma’ruf pun menjelaskan, bahwa untuk tahap awal prangko 4 pilar akan diterbitkan sebanyak 1.000 keping. Berikutnya melihat keadaan.

Tapi pada intinya, kata Ma’ruf, pihaknya tidak akan berhenti, dan terus melakukan sosialisasi 4 pilar agar benar-benar nanti dipahami dengan benar oleh seluruh warga negara Indonesia.

Puji Setjen MPR

Sebelumnya, Direktur Pos Direktorat Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika Kemenkominfo Ikhsan Baidirus, pada kata sambutannya menyatakan pujiannya terhadap Setjen MPR RI yang berhasil meluncurkan prangko 4 Pilar

Menurut dia, prangko yang memiliki nilai idiologis tersebut sangat baik dan dapat dijadikan duta Indonesia di dunia. Sebab prangko itu bisa berbicara semua tentang Indonesia yang baik, meski diwujudkan dalam kertas kecil (prangko).

Prangko menjadi duta Indonesia, jelas Ikhsan, karena bisa dijadikan alat souvenir dengan orang luar negeri. Dan biasanya selalu dimiliki oleh para kolektor di dunia. Jadi, prangko itu bukan hanya dijadikan alat pengirim surat.

Kemudian, tambah Ikhsan, mewujudkan prangko itu sangat tidak mudah. Maha berat. Karena yang menentukan sesuatu itu jadi prangko harus melalui berbagai seleksi.

Nah, didalam penyeleksi itu, terdapat orang-orang cerdas yang ahli dibidangnya masing-masing. Di antaranya, ada yang ahli budaya, sosial, seni dan disainer.

“Mereka semua terdiri dari banyak latar belakang pendidikan. Jadi sangat tidak mudah mewujudkan seauatu itu menjadi prangko. Prangko harus menggambar semua hal. Oleh karenanya saya bangga dengan Setjen MPR yang bisa mewujudkan 4 Pilar menjadi sebuah prangko,” tutup Ikhsan. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here