BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memimpin kegiatan rekonstruksi aksi tindak pidana perampokan yang terjadi di Konter HP “RAMA CELL”, Kedungpakis, Pasirian, Lumajang pada Jum’at (22/2/2019) lalu.

Dari rekonstruksi tergambar peran masing-masing pelaku, yakni Wahyudi (18), asal desa pasirian bertindak sebagai eksekutor perampokan, dan Joko Susilo (39) asal Sumbersari, Jember sebagai penadah yang juga merupakan kakak kandung wahyudi, dan Rizky Wahyu ( 22) asal pasirian-Lumajang berperan menyediakan sepeda motor dan mengantar tersangka Wahyudi ke Jember.

Kapolres lalu menjelaskan kronologis kejadiannya dimana Wahyudi melakukan pencurian di Konter HP “RAMA CELL” dengan cara membobol atap toko handphone. Caranya dengan memanjat tembok disamping toko untuk naik ke atas genteng untuk masuk ke dalam toko.

“Kurang lebih 1 jam tersangka wahyudi didalam toko dan menjarah seluruh isi toko tersebut. Adapun yang dijarah puluhan handphone, sebuah Laptop, puluhan kartu isi ulang dan sejumlah uang di gasak oleh pelaku,” kata Kapolres.

Selanjutnya, pelaku keluar toko dari jalur yang sama. Sesampai diluar Toko, tersangka wahyudi menyimpan tas yang berisi handphone dan barang jarahan lainnya didekat toko, kemudian pelaku menemui Rizky dirumahnya dengan berjalan kaki sejauh 20 menit perjalanan.

“Setelah bertemu tersangka Rizky, tersangka Wahyudi mengajak Rizky ke Jember dengan hadiah 1 buah handphone,” ucapannya.

Setelah itu tersangka Wahyudi berboncengan motor milik Rizky kembali ke TKP mengambil barang jarahannya tadi dan langsung menuju Jember. “Di Jember Tersangka Wahyudi menjual hasil jarahannya kepada kakak kandungnya, yaitu tersangka Joko Susilo seharga Rp 2 juta,” jelasnya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengkonfirmasi bahwa mereka ini adalah komplotan sindikat perampokan.

“Yang kami tangkap ini merupakan sindikat perampokan toko handphone. dalam melakukan aksinya mereka sudah memiliki peran masing masing yakni wahyudi sebagai eksekutor perampokan, Riski turut membantu melakukan kejahatan dan Joko sebagai penadah barang curian,” katanya.

“Kami akan kembangkan lagi kasus ini, karena dari hasil introgasi ada fakta baru muncul, dimana tersangka tidak melakukan sekali ini saja tapi sudah beberapa kali dengan sasaran toko handphone,” sambung Arsal.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan aksinya, pelaku minum miras lokal oplosan yang dikenal dengan istilah MILO di lumajang, yaitu campuran alkohol 70 persen dengan kuku bima 3 sachet.

“Minuman inilah yang membuat akal sehatnya hilang dan ketakutannya pun hilang,” ungkapnya.

Sementara itu, total kerugian yang Korban Rp 36 juta. Adapun Barang bukti yang disita oleh tim cobra Polres lumajang meliputi 23 Hp berbagai Merk, 10 kepala charger Hp , 1 buah Laptop Merk Lenovo Warna hitam, 1 buah tas merk Consina tipe escrot
6 buah Batery HP.

4 buah Sperpat HP, 7 buah pengaman
9 buah kabel carger, 6 buah Doshbook HP dan uang sejumlah Rp 4 juta.

“Tersangka Wahyudi dan Riski dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima belas tahun penjara, sedangkan Tsk Joko dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara,’ tutupnya. (Lmj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here