BERITABUAN.CO, JAKARTA – Selama bulan Maret ini, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menjaring Ketua Umum DPP PPP yang juga anggota DPR Romahurmuzyi di Surabaya, Direktur PT Krakatau Stell  Wisnu Kuncoro di Banten dan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso, Rabu malam di Jakarta. Penangkapan kepada ketiganya hanya berselang dalam beberapa hari.

Komisi antirasuah pimpinan Agus Rahardjo menangkap mereka karena dugaan korupsi yaitu menerima uang suap terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, pengadaan barang dan jasa serta terkait pengurusan penggunaan pengangkutan pupuk lewat kapal milik perusahaan swasta.

Menurut pengamat dan penggiat anti korupsi Adilsyah Lubis, ketiga pejabat yang ditangkap KPK seperti sudah tidak punya moral. Perbuatan mereka menerima suap sungguh memalukan, terlebih uang mereka terima terbilang kecil. Ibaratnya, mereka masuk  koruptor  kelas teri.

“Mestinya ada gengsi, ada harga diri. Tapi melihat perbuatan mereka, saya lihat mereka tidak ada harga diri,” ucap Adilsyah menjawab beritabuana.co di Jakarta, Jumat (29/3/2019). 

Mencermati  kasus Romahurmuzyi, Wisnu dan Bowo, Adilsyah menyatakan ada kecenderungan kasus korupsi yang dibongkar KPK belakangan  tidak besar. Jika kasus korupsi terdahulu bernilai milyaran rupiah, maka akhir-akhir ini nilainya justru kecil .

“Kecenderungan sekarang ini aneh, duit kecil pun di embat dan ini lebih berbahaya dari kasus sebelumnya kelas kakap,” kata Adilsyah.

Karena itu dia menilai, perbuatan ketiga orang ini sifatnya tidak koruptif, tetapi karena rakus.

Kecenderungan yang ada ini tambah Adilsyah menggelikan, korupsi kecil-kecilan yang dilakukan pejabat negara dan pejabat BUMN.

Dalam kaitan ini, Adilsyah mengatakan KPK tidak sampai disalahkan karena dianggap hanya menangkap koruptor kelas teri. Jangan sampai disalaharti kan KPK tidak bisa membongkar korupsi kelas kakap. Bukan KPK tidak mampu menangkap yang besar.

“Mungkin saja karena korupsi kelas kakap sudah habis, lalu menyasar yang kecil – kecil,” kata Adilsyah.

 

Bagi dia, korupsi kakap dan teri tetap sama, tak ada bedanya, tetap diberantas dan korupsi  harus dikikis habis. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here