BERITABUANA.CO, TERNATE – Kapolres Kota Ternate, AKBP Azhari Juanda mengapresiasi Berita Buana Biro Maluku Utara, sebagai Media Online Nasional berinisiasi mendirikan RUMAH BELAJAR Pena Institute yang bertujuan mewadahi para Professional lintas Profesi untuk peduli terhadap Dunia Pendidikan. Menurutnya, pendirian Lembaga Non-Profit Pendidikan tidaklah mudah meskipun tujuannya baik karena pekerjaan sosial bidang Pendidikan memiliki tantangan tersendiri.

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Artinya, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah ‘dosa’ bagi setiap orang yang terdidik di Negara ini. Anak-anak Nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan,” kata AKBP Azhari Juanda di ruang kerjanya di Ternate, Selasa (23/3:2019).

Kapolres Kota Ternate yang juga sebagai Penasehat dan Pembinaa Rumah Belajar Pena Institute  menjelaskan bahwa Rumah Belajar ini kelak menjadi laboratorium pengabdian masyarakat anak-anak muda yang sadar dan peduli, serta mau beraksi untuk perubahan kecil yang mungkin akan berdampak besar. Tidak ada yang bisa memastikan keberlangsungan masa depan selain Tuhan Yang Maha Esa, namun manusia berhak mengupayakan semaksimal mungkin agar tercapai masa depan yang lebih baik.

“Lakukanlah perubahan walau hanya sebuah langkah kecil karena yang kecil ini akan memberikan manfaat yang tak terhingga,” jelas Azhari.

Dikatakan Kapolres Kota Ternate, bahwa penguatan pelayanan publik menjadi tanggungjawab  bersama.  Terlebih lagi, Rumah Belajar Pena Institute yang sudah memulai program pengabdian Masyarakat ini sejak awal tahun 2018 dengan memberikan kursus Bahasa Ingggris.

Harus diakui bahwa bahasa Inggris memiliki dampak yang besar di semua lini kehidupan. Bahasa Inggris telah menjadi bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia, dan anak muda mempelajarinya maka dia dapat berkarya dibelahan dunia manapun. 

“Kedepan, pariwisata di Maluku Utara khususnya di Kota Ternate yang dikenal sebagai kota jasa dan pendidikan semakin dikenal. Harapan saya agar anak-anak kita ini harus belajar bahasa Inggris untuk bisa lebih memperkenalkan daerahnya. Modal utama menjadi bagian dari masyarakat Internasional adalah bisa berbahasa Inggris,” kata AKBP Azhari.

AKBP Azhari Juanda kembali menegaskan bawa Rumah Belajar Pena Institute yang diawaki oleh beritabuana.co adalah Lokomotif Perubahan yang fokus pada optimalisasi kapasitas  generasi muda untuk terus berkontribusi terhadap NKRI tercinta. 

“Terlebih Rumah Belajar Pena Institute diperuntukan kepada seluruh generasi Muda tanpa melihat latar belakang Agama, Ras dan  Status Sosial. Oleh karena itu, Rumah Belajar Pena Institute sangat di perlukan untuk mencerdaskan Anak Negeri khsusnya di Maluku Utara,” tegas AKBP Azhari.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh salah satu Pembina Rumah Belajar Pena Institute, H. Maruf Ibrahim S.Sos yang juga tinggal di Kelurahan Kalumata dimana alamat Rumah Belajar Pena Institute berada. Dirinya menuturkan bahwa investasi terbaik untuk sebuah peradaban adalah memastikan proses pendidikan masih tetap berlangsung.

H. Maruf Ibrahim S.Sos yang disapa Haji Maruf memastikan bahwa Pendidikan merupakan suatu hal yang luhur karena hakikatnya setiap manusia  akan terus belajar sejak lahir sampai akhir hayat nantinya. 

“Sesugguhnya Allah SWT tidak memandang fisik dan rupa seseorang. Setiap manusia memiliki derajat yang sama di hadapan Allah SWT. Akan tetapi yang paling mulia di hadapan Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa,” pesannya lagi. 

Haji Maruf mengungkapkan bahwa  Belajar merupakan sebuah cara agar manusia dapat menjadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari dan itulah sebaik-baiknya takwa. Dia pun  mengutip hadist HR. Bukhari dan Muslim yakni  “Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ditanya tentang siapa orang yang paling mulia. Beliau menjawab, “Orang yang paling bertakwa kepada Allah.” 

Sementara itu, Ketua Rumah Belajar Pena Institute, M. Natsir Amir SS M.Pd  membeberkan sejumlah program Rumah Belajar yakni belajar Bahasa Inggris, Matematika, Program Gerakan Calistung (Memebaca, Menulis dan Menghitung), Jurnalisme Warga, Pemberdayaan kaum Ibu  khususnya pengelolaan keuangan keluarga, Pendampingan kewirausahaan bagi generasi Muda, Hidup Sehat, Kerja bakti Rumah Ibadah (Masjid, Gereja, Wihara), Bersih Pantai dan Bersih Selokan, Fotografi, Penyuluhan Keselamatan Pengendara (Safety Riding) dan Pelatihan Photoshop dan Corel Draw.

Natsir mengaku bersyukur dapat bermitra dengan TNI/POLRI, terlebih Kapolres Kota Ternate bersedia menjadi Penasehat serta Pembina di Rumah Belajar. Dirinya menyambut baik program Kapolres Kota Ternate yakni TAGAR PELITA: PUSTAKA BERGERAK POLISI PEDULI LITERASI yang memiliki dampak perubahan signifikan khususnya membangun minat baca bagi Generasi Muda.

Direncanakan, aktivitas Rumah Belajar Pena Institute  ini dimulai awal pekan bulan April 2019 yang diawali dengan Launching Rumah Belajar Pena institute dan TAGAR PELITA: PUSTAKA BERGERAK POLISI PEDULI LITERASI bersama Kapolres Kota Ternate. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here