BERITABUANA.CO, BEIRA – Menteri Lingkungan Hidup dan Lahan Mozambik, Celso Correia, jumlah korban meninggal setelah Topan Idai menerjang beberapa negara di bagian selatan Afrika dan memicu banjir yang merusak telah mencapai 417. Situasinya masih kritis.

Beira, kota pelabuhan Mozambik, dilanda topan dengan kekuatan angin mencapai 170 km per jam pekan lalu. Kemudian, bergerak ke daratan menuju Zimbabwe dan Malawi, yang menyebabkan bangunan-bangunan rata dengan tanah dan membahayakan nyawa jutaan orang.

“Situasi bertambah baik, namun masih kritis,” kata Correia, dan menambahkan bahwa keadaan menjadi lebih mudah untuk bekerja di lapangan. “Namun jumlah korban meninggal meningkat. Tercatat saat ini 417 orang kehilangan nyawa.”

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan tepi-tepi Sungai Busi dan Zambezi berisiko meluap lagi. Pihaknya harus menunggu air hujan surut, sehingga tahu seberapa banyak jumlah orang yang meninggal dan luka-luka di Mozambik.

Badai juga telah menewaskan 259 orang di Zimbabwe dan diperkirakan naik. Di Malawi, 56 orang meninggal akibat hujan deras sebelum kedatangan Topan Idai. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here