BERITABUANA.CO, JAKARTA – Terpidana 18 tahun kasus korupsi APBD Lampung Timur, Sugiharto Wiharjo alias Alay Lampung, mengembalikan uang pengganti Rp 1 miliar dari nilai total kerugian negara sekitar Rp 106 miliar.

“Pengembalian Rp 1 miliar ini merupakan langkah awal pemulihan kerugian negara. Kami akan terus menelusuri aset-aset dan kekayaan Alay sampai uang pengganti kerugian negara terpenuhi,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Sartono saat dihubungi wartawan dari Jakarta,  Senin (25/03/2019).

Dijelaskan, bos BPR Tripanca Setiadana itu pada Jumat (22/03/2019) kemaren menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 1 miliar di kantor Kejati Lampung. Penyerahan uang pengganti ini merupakan cicilan pertama dari Rp 106 miliar yang harus diganti oleh Alay.

Meski baru sedikit yang dikembalikan, menurut Sartono, buronan yang ditangkap dalam pelariannya di Bali itu menandakan mempunyai sikap kooperatif. Ditambahkan, saat ini Kejati Lampung menurunkan tim guna menelusuri semua aset milik Alay. Dikhawatirkan aset-aset itu berpindah tangan atau berada di pihak lain.

“Karena itu kami mengimbau juga agar kalau ada pihak-pihak yang merasa ada hubungan keperdataan terkait aset Alay, lebih baik dengan kesadaran bisa diserahkan ke kami untuk dilakukan sita eksekusi sebagai pembayaran uang pengganti Alay,” kata Sartono.

Selain divonis 18 tahun penjara, berdasarkan bunyi putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 510/K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014, Alay wajib mengembalikan uang pengganti. Jika tidak, terpidana harus menjalani hukuman pengganti selama dua tahun. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here