BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mantan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono akhirnya ditahan selama 20 hari ke depan sejak 25 Maret hingga 13 April 2019. Dia resmi menghuni tahanan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya, Senin (25/3/2019).

Penahanan terhadap Jokdri lantaran Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola sudah mendapat bukti kuat dalam kasus perusakan, penghilangan, dan penghancuran barang bukti serta perusakan garis polisi.

“Tadi pukul 10.00 WIB dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan gelar perkara pada pukul 14.00 WIB. Kami telah melakukan penahanan,” ujar Ketua Satgas, Brigjen Pol. Hendro Pandowo.

“Kami berangkat melakukan penggeledahan di Kantor Sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI karena terkait laporan saudara Lasmi. Dari laporan itu kami menetapkan tersangka dari Komdis yaitu Mbah Putih (Dwi Irianto),” tambah Hendro.

Kemudian, lanjutnya, ketika menggeledah, dan mencari dokumen untuk melengkapi berkas dari Dwi Irianto. Ternyata telah dirusak. Jadi, sudah  jelas terbukti bahwa  aktor intelektualnya JD.

Dengan kata lain, Jokdri merusak dan menghilangkan bukti terkait pengaturan laga dalam laporan Lasmi.

Jokdri dijerat dengan Pasal 363 KUHP, 235 KUHP, 233 KUHP, 221 KUHP juncto 55 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (Min/CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here