BERITABUANA.CO, JAKARTA – Gubernur Bengkulu, Rohidin mendukung percepatan pembangunan dan pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno oleh BUMN PT Angkasa Pura II (AP II) Persero. Demikian juru bicara AP II, Yado Yarismano, Senin (25/3/2019).

“Bengkulu yang berada di kawasan barat di pinggir pesisir Samudera Hindia ini merupakan daerah yang strategis, sehingga pengembangan dan peningkatan bandara menjadi sangat penting. Percepatan pengoperasian bandara secara otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional sekaligus akan berdampak dalam pengendalian inflasi,” kata Gubernur Bengkulu, Rohidin, saat menerima kunjungan President Director PT Angkasa Pura II (AP II) Persero, Muhamnad Awaluddin beserta manajemen di Bengkulu.

Menurutnya, Bandara Fatmawati Soekarno harus segera dikembangkan, dan dirinya percaya dibawah pengoperasian AP II Bandara Fatmawati Soekarno akan berkembang dengan baik, sehingga bandara dapat memberikan kontribusi yang besar pada perkembangan perekonomian Bengkulu.

Rohidin berharap bandara Fatmawati Soekarno yang akan dikelola oleh Angkasa Pura II dapat mewujudkan keinginan dan aspirasi masyarakat Bengkulu untuk adanya penambahan rute domestik dan dapat juga melayani rute international.

Pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno sebelumnya dioperasikan oleh UPBU Kemenhub dapat segera beralih ke PT Angkasa Pura II (Persero). Sinergi seluruh stakeholder  sangat diperlukan untuk percepatan pengelolaan bandara ini” ucap Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur AP II.

Muhammad Awaluddin, melihat laju pergerakkan penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno yang mencapai 1.068.450 penumpang di tahun 2018 telah melebihi kapasitas terminal eksistingnya 500 ribu penumpang per tahun, dan pergerakan pesawat mencapai 9.751 pesawat per tahun, serta pergerakan kargo yang lumayan sebanyak 4.132 ton.

“Ini menunjukkan ada prospek yang baik dari Bandara Fatmawati Soekarno kedepannya,” ujar Awaluddin.

“Secara bertahap AP II akan melakukan pengembangan fasilitas pokok mulai dari pengembangan fasilitas terminal dan fasilitas sisi udara yang akan dimulai tahun 2019. Angkasa Pura II akan menyediakan Capex dengan total 434 milyar. Sedangkan untuk menunjang performa layanan sisi udara akan dikembangkan dengan memperpanjang Landas Pacu Pesawat yang semula 2.250 x 45 M menjadi 2.500 x 45 M serta perluasan apron untuk memaksimalkan kapasitas pesawat di Apron, Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN menugaskan Angkasa Pura II untuk mengoperasikan Bandara Fatmawati Soekarno dengan Pola Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara dengan jangka waktu 30 tahun. Dengan pola kerjasama ini pemerintah dapat menghemat APBN. Dan diharapkan pola kerjasama ini dapat menguntungkan seluruh stakeholder. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here