BERITABUANA.CO, SURABAYA – Bekas Ketua Umum PPP yang kini berstatus tersangka, terkait pengisian jabatan di Kepala Kanwil Departemen Agama (Depag) Jawa Timur, Romahurmuziy alias Romy menyeret-nyeret nama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam kasus yang tengah membelitnya. Kata dia, Khofifah lah yang pernah merekomendasikan nama Haris Hasanuddin (merupakan orang yang disangka menyuap Rommy Rp 250 juta) supaya dipilih menjadi kepala Kanwil Kemnag Jatim.

Menanggapi tudingan Romy tersebut, Khofifah Indar Parawansa ditemui awak media di Surabaya, Jatim, Sabtu (23/3/2019) merasa kaget namanya diseret-seret dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

“Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan? Jadi sebaik teman-teman bisa mengonfirmasi lebih jauh kepada Mas Romi. Saya juga kaget,” kata politisi perempuan deri PKB itu.

Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014–2018) ini pun membantah kenal secara personal dengan Haris Hasanudin.

“Secara personal tidak,” ucap Khofifah sambil mengingatkan bahwa selama dirinya menjabat menteri di era Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi, belum pernah terindikasi melakukan permainan jual beli jabatan.

Sebelumnya, Romy dan Haris ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag setelah OTT KPK.

Dalam perkara ini, KPK menyangka Romy menerima suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama. Haris dan Muafaq ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here