BERITABUANA.CO, DENPASAR – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meresmikan Pasar Badung di Kota Denpasar, Provinsi Bali, Jumat (22/3). Peresmian Pasar Badung ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Presiden RI didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Darmowijaya Mantra.

Acara peresmian Pasar Badung ini dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti, para Bupati se Provinsi Bali, Ketua DPRD, para Kepala Dinas yang membidangi perdagangan serta para pedagang dan tokoh masyarakat.

Presiden dalam sambutan peresmian antara lain mengatakan Pasar Badung merupakan warisan budaya yang memiliki karakteristik arsitektur terbaik di Indonesia. Presiden pada kesempatan tersebut berpesan agar kerapihan dan kebersihan pasar harus tetap dijaga dan kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan tempat dagangannya dan melayani pembeli dengan ramah sehingga pasar rakyat bisa bersaing dengan pasar modern.

Seusai meresmikan pasar, Presiden bersama Menteri Perdagangan, Gubernur Bali, dan Walikota Denpasar melakukan peninjauan los pasar dan berdialog dengan para pedagang, terkait harga barang kebutuhan pokok.

Dari hasil kunjungan diketahui bahwa pasokan dan harga barang kebutuhan pokok relatif stabil seperti harga beras medium Rp. 10.500 s/d 11.000, beras premium Rp. 12.000/kg, terigu Rp. 9.000/kg, gula pasir Rp. 12.000/kg, bawang putih Rp. 27.000/kg, bawang merah Rp. 30.000/kg. Untuk harga cabe merah keriting Rp. 25.000/kg, cabe merah biasa Rp. 18.000/kg, cabe rawit merah Rp. 25.000/kg, kentang Rp. 15.000/kg, tomat Rp. 12.000/kg dan harga daging sapi Rp. 100.000/kg.

Pembangunan Pasar Badung pasca kebakaran di tahun 2016, dibangun melalui APBN Tahun 2017 dan APBD Tahun 2018 dan mulai digunakan sejak tanggal 24 Februari 2019. Bangunan Pasar Badung yang memiliki luas lantai 24.581m2 terdiri dari los sebanyak 1450 unit, kios 290 unit dan dilengkapi fasilitas lift, escalator, klinik kesehatan, ruang ibu menyusui, ruang pojok untuk merokok, ruang bermain anak serta fasilitas penunjang lainnya.(Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here