BERITABUANA.CO, TERNATE – Diperlukan kesadaran kolektif dari masing-masing individu, untuk menjaga tali persaudaraan antar anak bangsa, baik dari sisi agama, ras, suku dan budaya agar tidak ada lagi perbedaan (kotradiksi) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Provinsi Maluku Utara, Brigjen Polisi Suroto, saat memberikan sambutan dalam acara Milad DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Maluku Utara ke 55 dan Musda ke 9 dengan tema “ Merawat Keberagaman, Merajut Kebersamaan” di Resto Royal Kota Ternate, Malut, Kamis (21/03/2019) kemarin.

Milad DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Maluku Utara ke 55 dan Musda ke 9 dengan tema “ Merawat Keberagaman, Merajut Kebersamaan. (Dok, Natsir)

Dikatakan Brigjen Pol Suroto bahwa IMM memiliki peran penting dalam memelihara kamtibmas seperti teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, patuh terhadap hukum, agent of change, cooler system dalam pemilu, penjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan mitra Polri dalam menjag stabilitas Kamdagri.

“Terlebih potensi Kamtibmas di Provinsi Malut, menjelang pileg dan pilpres 17 April 2019 harus menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga keberagaman yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Indonesia memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dampak positif memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan, sedangkan dampak negatif mengakibatkan ketidakharmonisan, bahkan kehancuran bangsa dan negara.

Keberagaman suku bangsa, budaya, ras dan agama menjadi daya tarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. Terlebih Maluku Utara, yang sangat indah alamnya dan aneka budaya yang membuat banyak orang berdecak kagum di negeri ini.

“Kita tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga keindahan dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Jangan sampai negara kita yang majemuk ini seperti di Suriah atau negara-negara yang sedang bergejolak hanya karena tidak mampu merawat keberagaman,” ungkap Suroto.

Selain itu, Brigjen Pol. Suroto membeberkan sejumlah data terkait gambaran umum pemilu 2019 wilayah Maluku Utara dengan luas 140, 256, 32 km yakni 10 kab/kota, 115 kecamatan, 1.180 desa/keluarahan, 3,792 tps, 803, 983 pemilih (405,056 pria dan 398, 927 wanita) yang bermuara pada 16 Parpol untuk memilih 2 pasangan Capres-Cawapres, 24 caleg DPD memperebutkan 4 kursi, 46 Caleg DPR RI memperebutkan 3 kursi, 670 caleg DPRD Prov. memperebutkan 45 kursi dibagi 5 Dapil, 3,407 Caleg DPRD Kab/Kota memperebutkan 245 kursi yang mana masing-masing Kab/Kota dibagi 2 s/d 5 Dapil.

“Data-data ini tentu jadi gambaran bahwa potensi gangguan kamtibmas di wilayah Maluku Utara menjadi concern kita,” beber Suroto.

Oleh karena itu, dirinya berpesan agar kemajemukan Bangsa Indonesia khususnya di Provinsi Maluku Utara bisa terjaga dengan menghormati perbedaan, memelihara hak dan kewajiban ummat beragama, mengutamakan NKRI lebih utama dari apapun, genggam erat Bhinneka Tunggal Ika, bekerjasama dengan Pemerintah, memiliki kesadaran akan keberagaman dan hilangkan semangat kesektarian.

“Insha Allah, jika kita memiliki kesadaran bersama bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk menjalani hidup damai di wilayah NKRI yang kita cintai ini,” pesan Suroto.

Pada kesempatan itu, Brigjen Pol. Suroto juga di kukuhkan sebagai Imawan (sebutan kader IMM) sekaligus menjadi Dewan Kehormatan DPD IMM Provinsi Maluku Utara. Tampak hadir, Kapolres Kota Ternate, Pengurus DPP IMM, Ketua Forum Keluarga Alumni (FOKAL) IMM Prov Malut, Wakil Bupati Morotai, Sekda Kab Sula, Forkopimda Maluku Utara dan seluruh OKP di Kota Ternate. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here