BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sejumlah pejabat, dan sebagian pengurus Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) terungkap telah menerima pembagian dana hibah atas kegiatan seleksi atlit dan pelatih atlit berprestasi tahun 2018.
Hal tersebut terungkap saat dipersidangan kasus suap Kemenpora, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (21/03/2019).
Dalam kesempatan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menampilkan daftar para penerima pembagian dana hibah dari Kemenpora yang sejumlah totalnya mencapai Rp3,4 miliar.
Daftar nama tersebut dibuat oleh Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy dan ditujukan untuk para pejabat Kemenpora dan KONI.
Adapun daftar itu ditampilkan JPU KPK saat memeriksa Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI, Suradi yang menjadi saksi untuk Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy yang didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dan dua pegawai Kemenpora, di persidangan.

Daftar tersebut adalah sebagai berikut:
1. M (Menteri Pemuda dan Olahraga) Rp1,5 miliar
2. Ul (Ulum-Kemenpora) Rp500 juta
3. Mly (Mulyana-Kemenpora) Rp 400 juta
4. AP (Adhi Purnomo-Kemenpora) Rp250 juta
5. Oy (Oyong-Kemenpora) Rp200 juta
6. Ar (Arsani-Kemenpora) Rp150 juta
7. Nus (Yunus-Kemenpora) Rp50 juta
8. Suf (Yusuf-Kemenpora) Rp50 juta
9. Ay Rp30 juta
10. Ek (Eko Triyanto-Kemenpora) Rp20 juta
11. FH Rp50 juta
12. Dad Rp30 juta
13. Dan Rp30 juta
14. Gung Rp30 juta
15. Yas Rp30 juta
16. Marm (Marno) Rp3 juta
17. Rad (Suradi-KONI) Rp50 juta
18. TW (Tusyono-KONI) Rp30 juta
19. EM (Emi-KONI) Rp15 juta
20. Syah (Sahid Nursyahid-KONI) Rp50 juta
21. Rif (Arif-KONI) Rp5 juta
22. Tan (Atam-KONI) Rp3 juta staf
23. Reg (KONI) 3 juta

Total yang diberikan adalah Rp3,439 miliar yang merupakan bagian dana hibah yang diberikan Kemenpora ke KONI dalam pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018 sejumlah Rp17,971 miliar yang dicairkan pada 13 Desember 2018.

“Kalau saya belum mendapatkan uangnya, kalau yang lain saya tidak tahu,” kata Suradi.

Suradi juga mengaku bahwa inisial “M” menurut dia adalah Menpora Imam Nahrowi karena nilainya paling besar. “Saya didiktekan inisial saja, tapi asumsi saya M itu menteri karena nilainya paling besar,” kata Suradi. Oisa/ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here