BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Prof. Musni Umar mengaku sebagai orang yang resah dan tidak percaya dengan survei-survei yang selama ini ada. Sebab, apa hasil dari survei (pilpres) itu, tidak sesuai dengan kenyataan dan apa yang ia tahu hasil dari turun langsung ke masyarakat.

“Hampir setiap hari saya turun lapangan dan saya bertanya, wawancara untuk mendapatkan data, saya juga melihat fenomena yang terjadi, terlebih si masa kampanye. Ternyata hasilnya tidak tercermin dari survei yang ada. Dasar itu yang saya pegang dihati saya setiap ada hasil survei, saya berkata, tidak percaya,” kata Musni saat tampil sebagai pembicara pada Diskusi Dialektika Demokrasi, dengan tema “Survei Pemilu, Realita atau Rekayasa” di Media Center Nusantara III,  Komplek Parlemen, Kamis (21/3/2019). Tampil juga sebagai pembicara, Pengamat SMRC, Sirajudin Abbas, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Anggota PDI-perjuangan , Maruarar Sirait.

Musni menjelaskan, saat ia wawancara respondennya langsung
masyarakat jelata. Alasannya, disamping lebih dapat dipercaya, jumlah seperti itu paling banyak.

Efektifnya, juga sudah ia rasakan langsung sejak 2004, sampai pada saat jokowi mencalonkan diri jadi presiden. “Nah,  buku Jokowi Satrio Piningit Indonesia, takdir Tahun Jokowi RI 1 dan JK RI 2, itu adalah hasil wawancara saya. Hasil dialog saya dan saya potret apa yang terjadi di masyarakat,” jelas Musni.

Sekarang, lanjut Musni, mengapa dirinya meragukan hasil survei yang ada? Pertama, yang melakukan survei itu tak ada netralitasnya. Survei itu bias dan tidak netral.

Kedua, lembaga survei rata-rata dibiayai oleh yang membiayai. Jadi tidak mandiri. Artinya,  yang survei itu mengikuti keinginan yang membiayai. Atau bisa juga metodeloginya atau lainnya tidak pas.

Pertanyaannya, menurut Musni, apakah akan terus seperti ini? Jawabnya, tentu tidak. Karena bila terus seperti itu, jadi tidak baik. Mengarahkan orang untuk memilih sesuatu yang disasar lembaga survei sesuai keinginan yang mendanai.

“Sekali lagi saya katakan, survei saya tak percaya. Dulu saya lakukan dengan cara saya Jokowi menang, dan ternyata menang. Nah sekarang saya lakukan hal yang sama, hasilnya Prabowo – Sandi yang menang. Itu saya tulis pada awal Januari — Analisis sosiologis prabowo-sandi akan memenangkan pemilu 2019. Saya bukan timnya, saya pun tak pernah bertemu beliau. Yang saya lakukan hanya analisis sosiologi. Hasil wawancara saya dengan masyarakat jelata dan mengamati fenomena,” katanya.

Lautan Manusia

Alasan lainnya yang tak percaya survei, masih menurut Musni, terjadi lautan manusia kalau Prabowo-Jokowi datang, tetapi hasil survei sama sekali tak tercermin.

Atas hal itu, ia akan mengiakan jika ada yang bilang saat ini survei abalan-abalan, bayaran. Karena memang realitasnya seperti itu.

Pastinya, kata Musni, ia sudah turun diseluruh wilayah Jakarta. Selatan, Pusat, Timur, Barat. Dan setiap hari lakukan wawancara dengan rakyat jelata. Hasilnya, 100 % mereka memilih perobahan.

Itu Jakarta. Kemudian, Musni memaparkan hasil wawancaranya di Bogor, dengan metode yang sama. Hasilnya pun sama, 100 persen ingin perobahan. Tapi sebaliknya hasil survei sama sekali tidak tercermin.

Akhirnya, Masni meminta kepada lembaga survei (LPPM) Universitas Ibnu Chaldun untuk melakukan survei. Dilakukan mulai 1 Januari, Februari dan terus pada 1 April hasilnya akan diluncurkan.

“Survei kita hanya di Jakarta. Karena Jakarta akan menjadi Barometer kenangan atau perobahan. Di Jakarta ini banyak sekali orang pendatang. Hampir semua perwakilan daerah ada di Jakarta,” jelasnya.

Sambil menunggu hasil survei yang sedang dilakukan kampusnya, Musni tetap merasa yakin hasil wawancaranya akan sama dengan hasil survei yang nanti diumumkan.
Pasti semua pro perobahan.

“Saya mohon maaf pada teman-teman yang melakukan penelitian. Saya melakukan penelitian untuk hal yang lebih besar Untuk memotret  keadaan yang sesungguhnya menjelang pemilu adalah penelitian, tetapi dengan alasan-alasan yang saya sampaikan tadi, mohon maaf saya lebih percaya apa yang saya lakukan dan bahkan saya kemarin ada menulis Prabowo-Sandi tak akan dikalahkan dalam Pemilu,” tutup Musni. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here