BERITABUANA.CO, MEDAN – Untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, masyarakat, khususnya generasi muda, harus dapat memanfaatkan pelayanan teknologi revolusi industri 4.0 menjadi peluang. Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Septriana Tangkary, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/3/2019), mengatakan kita semua harus mampu menjadikan tantangan revolusi industri 4.0 menjadi peluang untuk pengembangan kualitas hidup tersebut.

Septriana Tangkary menyampaikan hal itu pada dialog publik “Wawasan Kebangsaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa Dalam Era Revolusi Industri 4-0” yang digelar di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Dalam dialog kebangsaan tersebut juga menghadirkan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Rektor UIN Sumut Prof KH. Saidurrahman, dan Sekjen Kementerian Kominfo.

Septriana lebih lanjut mengatakan Indonesia adalah negara besar, bukan hanya dari sisi jumlah penduduk, dan bukan pula banyaknya sumber daya alam. Namun, karena mampu memanfaatkan kebhinekaan dengan bijak dan kearifan yang ada. “Sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi inspirasi bagi bangsa ini untuk meraih kemenangan dan kemajuan serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya. Artinya potensi yang ada harus bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya untuk kemajuan kita,” katanya.

Dia juga menyampaikan dewasa ini pemerintah terus melakukan percepatan di segala bidang terutama infrastruktur yang pada intinya menghadirkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh Indonesia. Revolusi industri 4.0 sangat erat kaitannya dengan internet dan dewasa ini semua perangkat yang ada sangat berkaitan dengan internet yang sekaligus kemajuan teknologi terus berpacu seiring perkembangan zaman.

Namun semuanya itu tidak akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup kalau tidak diimbangi dengan kreatifitas dan inovasi yang tentunya juga itu snagat diharapkan muncul dari kalangan generasi muda terutama mahasiswa.

“Saat ini bukan keniscayaan bahwa internet memberikan nilai tambah bagi kita semua. Namun tentunya semua itu harus juga kita sikapi dengan bijaksana dan proporsional,” katanya. (Ant/Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here