BERITABUANA.CO, JAKARTA – Memberantas mafia bola sampai habis belum jaminan persepakbolaan di Indonesia ini akan maju. Banyak unsur terkait yang juga harus dibenahi. Mulai dari dalam tubuh PSSI sendiri, klub-klub sampai pada sistemnya.

Jadi, jelas Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, sangatlah panjang untuk menjadikan persepakbolaan di Indonesia ini maju.

“Brantas mafia bola itu hanya salah satunya saja. Lainnya masih banyak. Yang tidak kalah pentingnya proses pemilihan Ketum PSSI. Sampai saat ini masih terjadi yang tidak memenuhi persyaratan dipaksa-paksakan. Salah satu contohnya itu, ya Pak Edy Ramayadi. Kalo mau diproses benar, beliau itu tak memebuhi persyaratan,” kata Akmal Marhali kepada www.beritabuana.co, saat diskusi “Libas Habis Mafia Bola” di Balai Wartawan Polda Metro Jaya.

Menurut Akmal, persyaratan untuk maju sebagai ketua umum PSSI itu sebenarnya tidak mudah. Ada 6 item, yakni, pertama calon ketum, waketum, dan atau exco PSSI berusia lebih dari 30 tahun. Kedua, harus atau telah aktif dalam sepak bola sekurang-kurangnya selama lima tahun. Ketiga, tidak pernah ditanyakan bersalah atas suatu tindakan pidana. Keempat, harus warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia, serta kelima minimal mendapatkan satu dukungan dari anggota PSSI.

Dari 6 item itu, menurut Akmal, paling banyak dilanggar pada item kedua, harus atau telah aktif dalam sepak bola sekurang-kurangnya selama lima tahun.

Aktif lima tahun dimaksud, jelas Akmal, aktif sungguhan. Misal terlibat langsung di klub atau sebagai pendiri dan pengurus PSSI. “Bukan karena nempel nama ajah. Atau ikutan, tapi tidak aktif dan hanya karena jabatan bisa diloloskan,” katanya.

Akmal pun mengaku, bukan sebagai posisinya mendukung si A atau si B jadi ketum PSSI. Begitu juga untuk anggota (Pati Polri), yang sekarang banyak bermunculkan dan dicocok-cocok sebagai ketum PSSI.

“Tidak harus ketum PSSI dari unsur Polri, hanya karena berhasil memberantas mafia bola. Siapa pun bisa asal memenuhi persyaratan. Kalau memang ada Pati Polri yang memenuhi persyaratan mau maju, ya silahkan. Mungkin akan lebih baik. Intinya jangan dipaksa-paksakan memenuhi persyaratan,” tegas Akmal.

Kemudian yang harus diingat, lanjut Akmal, ketum PSSI harus sosok yang mengerti dan sangat paham sepak bola. Sehingga semua mekanisme persepakbolaan di Indonesia bisa terkoordinasi. Baik dari sisi manajemen dan pengaturan sistem pertandingan di semua liga.

Nah, tambah Akmal, silahkan saja bila Polri memang mau mengambil posisi ketum. Tinggal mencari sosok yang paling cocok, mampu dan memenuhi semua persyaratannya.

“Saya melihat ada kok Pati Polri yang memenuhi persyaratan dan mampu,” tutup Akmal tak mau menjawab sosok yang dimaksud itu. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here