BERITABUANA.CO, JAKARTA – KPK secara resmi menetapkan Ketum PPP RMY (Romahurmuzy) atau Rommy, dan  Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ), serta Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) sebagai tersangka dugaan kasus seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Bahkqn Haris disebutkan pernah menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy.

Dalam keterangannya, di gedung KPK, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, menjelaskan, HRS pada 6 Februari 2019, diduga mendatangi rumah RMY untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya.

“Pada saat inilah diduga pemberian pertama terjadi,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Dicerikan Laode, bahwa kasus ini bermula ketika Kementerian Agama Jatim membuka lelang pada jabatan pada tahun 2018. MFQ disebutkan mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan HRS mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama provinsi Jawa Timur.

MFQ dan HRS diduga menemui Rommy dan pihak lain untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan. Namun pada Februari 2019, HRS justru tak tercantum untuk diusulkan ke Menag.

Baru pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama HRS tidak termasuk 3 nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama RI.

Nah, nyatanya ada dugaan telah terjadi kerjasama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut. Al hasil, pada Maret 2019, Haris kemudian dilantik oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Di situ, jelas Laode, ada transaksi Rp 50 juta ke Rommy. “Selanjutnya, pada 12 maret 2019, MFQ berkomunikasi HRS untuk dipertemukan dengan RMY. Tanggal 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB bertemu dengan RMY untuk penyerahan uang Rp50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ,” katanya. (Isa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here