Lampu mobil menerangi sebuah rumah saat terjadinya padam listrik atau mati lampu di Kota Caracas, Venezuela.

BERITABUANA.CO, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) akan menarik staf kedutaan besarnya di ibu kota Venezuela, Caracas, pekan ini. Demikian seorang diplomat senior AS. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di akun Twitter mengatakan keputusan ini mencerminkan situasi yang memburuk di Venezuela serta kesimpulan kehadiran staf diplomatik AS di kedutaan besar telah menjadi keregangan dalam kebijakan AS.

Departemen Luar Negeri AS pada Januari memerintahkan semua pegawai non-diplomatik di kedutaan besar Karakas agar meninggalkan negeri tersebut. Namun, mengumumkan bahwa personel tingkat pertama akan melanjutkan tugas mereka. Menurut Pompeo, instruksi tersebut dikeluarkan karena sulit untuk menjamin keselamatan sebanyak 150 staf yang bekerja di misi diplomatik AS di Venezuela. Meski kedutaan besar di Karakas akan tetap buka.

Sejak 10 Januari, Venezuela telah diguncang protes saat Presiden Nicolas Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi. Ketegangan meningkat saat Juan Guaido, yang memimpin Sidang Majelis Nasional Venezuela, mengumumkan dirinya sebagai penjabat presiden pada 23 Januari. Tindakan yang didukung oleh AS dan banyak negara Eropa serta Amerika Latin.

Turki, Rusia, Iran, Kuba, dan Cina serta Bolivia memberi dukungan buat Maduro, yang telah berikrar akan memangkas semua hubungan diplomatik dan politik dengan AS. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here