BERITABUANA.CO, BOGOR– BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) berupaya mendorong terciptanya pemimpin-pemimpin yang inovatif bagi eksistensi keberlangsungan sebuah institusi maupun korporasi dan sebagai upaya untuk mewujudkan hal itu, digelar seminar bertajuk “How to Create a Great Innovative Leader”.

“Pemimpin SDM memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga dan membangun aset organisasi yang paling berharga yaitu sumber daya manusia,” kata Direktur Umum Dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz selaku Ketua Steering Committee di Bogor, Rabu (13/3/2019).

Ia menjelaskan, pemimpin SDM bertanggungjawab untuk menciptakan generasi-generasi inovatif guna menjawab tantangan global. Variabel kepemimpinan merupakan hal yang menarik dan menjadi kunci penentu keberhasilan sebuah institusi/korporasi. Nah, kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan masukan dari para narasumber dan peserta terkait tantangan dalam menciptakan pemimpin masa depan yang inovatif.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto pada kesempatan menegaskan, terhitung sejak tahun 2017, struktur demografi Indonesia didominasi oleh generasi milenial sebanyak 88 juta jiwa atau 33,73% dari total penduduk Indonesia. Generasi milenial ini merupakan pengguna aktif internet (49,52% dari total pengguna internet di Indonesia), sementara itu di tahun 2018, 35% usia produktif merupakan generasi milenial dengan rentang usia 20-35 tahun.

“Kondisi demikian tentu memerlukan strategi inovatif agar bonus demografi tersebut dapat dioptimalkan benefitnya untuk kesejahteraan masyarakat pekerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan seluruh penduduk Indonesia,” tutur Agus.

Menyongsong Revolusi Industri 4.0, menurutnya, akan ada beberapa wilayah pekerjaan tertentu yang hilang menyesuaikan dengan perkembangan pasar tenaga kerja. Hal ini, ujar Agus, tentunya harus ada inovasi tertentu guna mensiasati perkembangan tersebut tanpa menghilangkan sumber penyerapan tenaga kerja.

“Dan BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan terobosan-terobosan dalam menyambut perubahan yang akan terjadi karena kami sadari sesuatu yang pasti itu hanyalah perubahan itu sendiri,” kata Agus. Ia juga menjelaskan hal-hal yang telah atau akan dilakukan dalam menghadapi perubahan itu dengan membiasakan diri untuk melakukan inovasi-inovasi dalam lingkungan kerjanya, dimulai dari jangka pendek, menengah dan panjang.

Terkait kegiatan seminar inibertujuan mengembangkan kompetensi kepemimpinan inovatif bagi Pemimpin SDM perusahaan yang dikemas dalam rangkaian sharing knowledge dan diskusi best practice antar Pimpinan SDM perusahaan yang dihadiri para Pemimpin SDM (Direktur/Manajer SDM) dari berbagai perusahaan. Kegiatan ini diikuti sekitar 2.750 peserta dengan kurang lebih 400 orang hadir secara tatap muka. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here