Muqowam Akui di Pemilu Sekarang Kehabisan Akal, Semua Pragmatis

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota MPR RI dari Kelompok DPD, Akhmad Moqowam mengaku saat ini ada perubahan yang luar biasa dalam pesta demokrasi di Indonesia. Sangat berbeda sekali dengan yang diketahuinya beberapa tahun silam saat dirinya menjadi anggota DPR RI. Dulu masih ada yang namanya etika politik, baik dari caleg dan para pemilihan. Tapi sekarang, semuanya diukur dengan amplop.

“Saya ada di Dapil 1. Meski cuma empat kabupaten/kota, tapi saya minta ampun deh. Mohon maaf, kalo bicara orang sekarang, maka tolok ukurnya cuma satu. Saya kelompok, tokoh masyarakat, ujungnya cuma satu kata. Ada amplopnya gak. Mengerikan. Tapi ini satu fakta politik,” kata Ahmad Muqowam.

Ahmad Muqowam tampil sebagai pembicara bersama Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Johnny G Plate, dan Pakar Psikologi Politik, Dr. Irfan Aulia, di acara diskusi Empat Pilar MPR, dengan tema “Etika Politik dalam Pemilu 2019”, di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (11/3/2019).

Artinya, menurut Muqowan, jika tidak mengasih, maka tidak akan dipilih. Hal ini yang menarik dalan psikologi politik di Indonesia sekarang ini.

Padahal di negara Indonesia ini, kata Muqowam, semuanya lengkap. Punya etika politik karena kita punya agama, bicara semua soal Pancasila, bicara soal nilai-nilai luhur, dan kita sangat berbudaya. Kenyataannya, semua berbalik. Terlihat pada mau pilpres, pileg. Semua terjadi dia yang luar biasa.

“Namanya etika politik itu, baik caleg, partai, capres, wartawan dan masyarakat, semuanya harus beretika. Jika itu terjadi maka dunia ini damai,” kata Muqowam.

Tapi, kembali Muqowam mengulangi, saat ini dirinya sudah tidak tahu lagi. “Saya rasakan sudah lima kali ikut pemilu, dan baru kali ini beratnya luar biasa dan hari ini saya merasa kehilangan akal,” tandasnya.

Padahal, yang ia tahu, lanjut Muqowam, partai berbasis Islam
ada sebuah kalimat “yang memberi dan di beri keduanya masuk neraka”. “Kalau saya ga ngasih maka saya akan kalah dalam konteks senayan. Jadi orang yang berpikir prilaku pragmatis hari ini sangat luar biasa sekali,” tegasnya. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *