BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu kembali membuat terobosan berkualitas, terukur dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, Korps Adhyaksa bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu menggelar program “Terangi Kotaku Terangi Hatiku”.

“Program ini terkait dengan proyek pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Dishub Kota Bengkulu dengan anggaran Rp 70 miliar yang akan mendapat pengawalan penuh dari Kejari Kota Bengkulu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bengkulu, Emilwan Ridwan yang dihubungi, Senin (11/03/2019), di Jakarta.

Untuk merealisasikan program itu, lanjutnya, Dishub Kota Bengkulu menjalin kerjasama dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU/Memory of Understanding) bidang perdata dan tata usaha negara (Datun) sekaligus mendapat pengawalan penuh dari TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Kejari Kota Bengkulu.

“Jajaran Kejari Kota Bengkulu akan memberikan dukungan penuh dan maksimal proyek pengadaan lampu penerangan jalan umum sebanyak 10 titik di Kota Bengkulu yang dilaksanakan Dishub Kota Bengkulu,” tandas Emilwan.

Menurutnya, masyarakat Kota Bengkulu menyambut baik program lampu penerangan jalan umum yang akan dilaksanakan oleh Dishub Kota Bengkulu.

“Sebab, program pengadaan proyek lampu penerangan jalan umum ini dimaksdukan agar membuat terang sehingga mengurangi kriminalitas dan membuat semarak Kota Bengkulu pada malam hari,” katanya.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Bengkulu, Drs Bardin secara terpisah mengatakan, proyek lampu penerangan jalan umum ini menjadi salah satu prioritas yang akan segera direalisasikan. Setidaknya Sembilan kecamatan di Kota Bengkulu akan terang benderang.

Dijelaskannya, total lampu jalan saat ini ada 12 ribu, namun yang hidup sekitar 4200 lampu. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya anggaran sehngga baru hidup 4200 ribu lampu tersebut. Namun pihaknya terus berupaya dengan bertahap agar seluruh lampu dapat hidup dan menerangi Kota Bengkulu.

“Kedepan setelah adanya kegiatan 2019 ini semuanya akan kita hidupkan dengan menggunakan lampu LED yang bukan tenaga matahari. Ini karena masyarakat kita rasa memiliki sangat tinggi sehingga kita tidak berani menggunakan lampu tenaga surya,” katanta. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here