Menaker Minta Industri Jasa Keamanan Terapkan SKKNI

BERITABUANA.CO, JAKARTA— Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta industri yang bergerak di sektor jasa keamanan menerapkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dengan baik. Pasalnya, SKKNI ini menjadi dasar bagi pekerja jasa keamanan untuk meningkatkan profesionalisme, kompetensi dan kesejahteraan.

“Penerapan SKKNI bisa menjadikan pekerja lebih profesional dan punya jenjang karir sehingga tidak stuck pada satu level jabatan atau pekerjaan,” kata Hanif dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Ia sebelumnya menjadi pembicara dalam Sosialisasi Koperasi Pekerja Buruh Indonesia (KOPBI) dan Penguatan Fungsi Ketenagakerjaan Satuan Pengamanan (Satpam) Indonesia di Jakarta Sabtu (9/3). Di Indonesia, menurut Hanif, SKKNI Sektor Sekuriti telah diberlakukan sejak tahun 2006 melalui Kepmenakertrans Nomor : Kep.112/MEN/II/2006 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Sektor Jasa Sekuriti.

Meskipun sektor jasa keamanan telah memiliki SKKNI, Hanif mempersilahkan kepada semua stakeholder untuk membahasnya kembali jika dirasa belum mengakomodir kebutuhan sektor tersebut. “Perumusan jenjang karir ini harus dilihat lebih detail lagi. Termasuk kesesuaian dengan sektor-sektornya,” tuturnya.

Ketua umum KOPBI, Adi Mahfud menambahkan, saat ini jumlah Satpam di Indonesia lebih dari 2 juta orang. Bahkan, di Kota Depok dan Bekasi terdapat kurang lebih 250 ribu Satpam. Karena itu, kalau dikelola dan diorganisir dengan baik, niscaya akan memberi nilai tambah enomoni yang lebih baik.

“Hal ini baik bagi pekerja maupun ekonomi bangsa. Dan hal itu bisa dilakukan melalui koperasi pekerja. Kita akan terus berbenah diri untuk meningkatkan profesionalitas kita,” ujar Adi Mahfud. (Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *