Ritel yang Berada di Pelosok Permukiman Warga, Perlu Ditertibkan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Maraknya Ritel di Jakarta tidak sedikit membuat masyarakat, khususnya pegiat UMKM, merasa cemas. Ini dikarenakan Ritel yang awalnya hanya diperbolehkan berada di jalan-jalan protokol, sekarang sudah menjamur hingga ke permukiman warga.

Menanggapi kisruh yang terjadi di tengah masyarakat, pengamat Kebijakan Perkotaan Rudi Darmawanto dalam acara sosialisasi Perda tentang Perpasaran di  Kramat Jati Jakarta, Sabtu (9/3/2019) mengatakan, sebenarnya Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran mengatur secara jelas keberadaan Ritel atau toko swalayan.

“Ritel atau toko serba ada seharusnya tidak berada di tengah-tengah permukiman. Tapi di jalan jalan raya sehingga tidak mengganggu keberlangsungan UMKM seperti warung warung yang di kelola masyarakat,” katanya.

Keberadaan ritel seperti Indomaret Alfamaret ditengah-tengah permukiman warga, menurut Rusi sudah menyalahi aturan Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran di DKI yang melarang ritel ini berada di daerah permukiman warga yang mendapat mematikan usaha warga.

“Perda No 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran ini memberikan perlindungan bagi perekonomian warga Jakarta karena dalam perda ini diatur tentang pendirian pasar swalayan dan ritel termasuk toko toko sejenis alfamaret dan Indomaret yang tidak boleh mengganggu pertumbuhan  UMKM,” ungkapnya.

Dijelaskannya, banyak masyarakat yang menolak keberadaan ritel ini namu Pemerintah daerah seakan ajan tidak kuasa untuk lelarang munculnya ritel-ritel tersebut di pelosok permukiman warga.

“Banyak masyarakat menginginkan jangan sampai ritel masuk ke pelosok-pelosok. Ini harus dihentikan karena menggangu usaha UMKM yang ada di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Rudi meminta Pemda DKI mau melindungi pelaku UMKM dengan tidak memberikan izin ritel beroperasi di kawasan pelosok permukiman warga.

“Sepanjang penataan lokasi ritelnya sesuai warga sekitar pasti tidak menolak dan usaha mereka  Idak   akan mati. Pemda juga harus mempertimbangkan laspek sosial warga sekitar,” jelasnya.

Ditegaskannya, Pemda DKI juga harus melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan ritel ritel dan toko swalayan di tengah tengah masyarakat agar jangan sampai menimbulkan konflik  sosial.

“Perlu pengawasan dari Pemda terhadap pertumbuhan ritel yang ada di pelosok pemukiman warga  dan saya melihat Pemda kurang melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan ritel Alfa mart dan Indomaret di permukiman warga,” tegasnya. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *