BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), menyatakan hasil tes urine Andi Arief adalah negatif. Padahal polisi merujuk dia ke RSKO untuk menjalani rehabilitasi karena terbukti positif dalam mengkonsumsi narkoba.

Atas hal itu Mabes Polri langsung menumpali bahwa masalah Andi Arief itu sudah bukan menjadi domainnya Polri, tapi sudah ke Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Saya kurang paham, AA (Andi Arief) saat ditangkap dan cek lab hasilnya positif,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Dedi, narkoba masih bisa terlacak di air seni selama dua hari setelah seseorang mengonsumsi narkoba. Pengecekan dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menggunakan medium lainnya, misalnya rambut. Di rambut bisa bertahan sampai 5 hari.

Sementara RSKO sendiri melakukan pengujian urine Andi pada Kamis (8/3/2019). Andi ditangkap polisi di kamar hotel di Jakarta pada Minggu (3/3/2019).

Kemudian, Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Sulistyo Pudjo menuturkan, uji narkoba pada Andi dilakukan sesaat setelah ia ditangkap dan hasilnya positif. Dari hasil penilaian terhadap Andi, BNN kemudian mengeluarkan rekomendasi bahwa Andi cukup direhabilitasi.

“Kami mengeluarkan surat jalan beliau dengan hasil asessment awal bahwa yang bersangkutan pemakai narkoba,” kata Pudjo saat dikonfirmasi.

Atas hasil negatif itu, Pudjo menjelaskan bajwa zat terlarang itu bisa saja tidak terbaca saat pengecekan laboratorium. Ia mengatakan hasil uji bergantung pada media uji.

Pudjo pun mengatakan Andi tetap harus direhabilitasi dengan pengawasan RSKO. “Itu kan buat kebutuhan beliau sendiri demi kesehatan, demi keluarganya makanya beliau harus mengikuti perintah undang-undang dan dokter agar sehat,” ujar dia.

Andi ditangkap polisi dengan dugaan penggunaan narkoba, namun tak ditemukan barang bukti dalam penggerebekan tersebut. Kendati demikian, Andi terbukti positif narkoba dan diputuskan untuk menjalani rehabilitasi. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here