BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Fraksi PDIP MPR RI, Henry Yosodiningrat memastikan bahwa pemerintah tidak mampu dalam melakukan pemberantasan narkoba di Indonesia. Ketidakmampuan pemerintah karena salah metode dalam melakukannya. Oleh karena itu, ia berharap BNN dan Polri harus bisa memastikan tujuannya mencengah atau memberantas.

“Jangan mendua. Jika mau memberantas harus total jangan ada rehabilitasi-rehabilitasi. Rehabilitasi gak menjamin tak terlibat lagi. Penjara pun tak cukup. Jika mencegah, jangan mencegahnya hanya dari pintu masuk-pintu masuk. Harus dari negaranya langsung,” kata Henry yang tampil sebagai pembicara bersama Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Taufiqulhadi, dan Mantan Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sulistiandriatmoko dalam diskusi Empat Pilar MPR yang mengambil tema ‘Narkoba dan Kehancuran Kedaulatan NKRI’, di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jumat (8/3/2019).

Menurut Henry, tidak akan mampu bila mencegah dari pintu masuk. Sebab, pintu masuk pintu masuk di Indonesia ini jumlahnya ribuan.

“Pelabuhan-pelabuhan konvensional itu banyak. Terus komitmen moral oleh para penegak hukumnya masih kurang. Jadi hal yang mustahil bisa melakukan pencegahan,” kata Henry lagi.

Kemudian jika Polri, menurut Henry, muatinya harus tampil sebagai sosok yang menakutkan. Tidak ada kompromi. Jika perlu, ditaruh polisi-polisi yang kejam. Mereka hanya lakukan tembak mati.

“Artinya. BNN harus diketuai oleh orang yang ‘Gila’. Kapolri orang yang ‘kejam’. Pemimpinnya, memerintah meniru cara pemerintah Filipina. Biar orang luar negeri bilang bahwa di Indoensia ada Orang gila Baru,” ujar Henry Yoso.

“Guna menyelamatkan bangsa. Tak papa diaebut orang gila. Kalau saya gak keberatan disebut orang gila untuk menyelamatkan bangsa,” katanya lagi. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here