BERITABUANA.CO, PARIS – Nasser Al-Khelafi, Presiden Paris Saint Germain, kecewa dengan tersingkirnya Les Parisiens – julukan PSG – dari kompetisi Liga Champions. Namun, ia tak ingin kekecawaan tersebut berujung pada nasib buruk sang pelatih, Thomas Tuchel.

Menurut Al-Khelaifi, ia percaya kepada Tuchel, meski PSG kandas di babak 16 besar Liga Champions dari Manchester United dengan cara mengenaskan. Baginya situasi saat ini bukanlah kondisi yang tepat membicarakan masa depan Tuchel. “Saya percaya Thomas. Ini bukan saatnya mengambil keputusan. Keputusan membutuhkan kepala yang dingin. Kami percaya padanya,” ungkap Al-Khelafi, Jumat (8/3/2019).

Babak 16 besar Liga Champions sepertinya menjadi rintangan tersendiri bagi PSG. Ini ketiga kalinya secara berturut-turut bagi PSG, tersingkir dari kompetisi Liga Champions di babak 16 besar. Al-Khelaifi tidak mengerti apa yang menjadi penyebab PSG gagal melangkah lebih jauh lagi pada musim ini. Padahal, pada leg pertama, PSG mempermalukan MU 2-0. Namun, pada leg kedua, mereka justru dibuat lebih malu lagi M dengan kekalahan 1-3.

“Kami perlu tenang sekarang dan melihat apa yang diinginkan pelatih. Itu sangat penting. Kami sangat kecewa dengan hasil dan performa. Saya tidak mengerti. Jujur, saya tidak mengerti kinerja itu di depan para penggemar kami sendiri. Musim belum berakhir. Ini kekecewaan besar. Namun, kami masih punya Liga Prancis dan Coupe de France. Kami tidak dapat mengatakan musim ini sudah berakhir,” tandas Al-Khelaifi. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here