BERITABUANA.CO, LUMAJANG– Kamis (7/3/2019) esok merupakan hari yang sangat ditunggu bagi umat Hindu di dunia. Sebab, ada perayaan Nyepi, yang selalu dirayakan setiap Tahun Baru Saka.

Meskipun dikatakan perayaan, namun ibadah ini jauh dari hingar binger keramaian. Sesuai dengan kata Nyepi atau dapat diartikan menepi, umat Hindu diharuskan menepi serta tak melakukan aktifitas selama satu hari.

Di Lumajang, nanti malam sekitar pukul 17.00 sampai 23.00 akan diadakan pawai Ogoh-ogoh di Kecamatan Senduro, Lumajang tepatnya di depan jalan raya Senduro.

Untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas, Satlantas Polres Lumajang mengalihkan arus lalin yang menuju Senduro melalui beberapa jalur alternatif dan harus menutup beberapa jalur yaitu Kandang tepus dan seterusnya.

Jalur dialihkan melalui jalan Desa Pandansari (pintu masuk melalui hutan jati). Untuk menuju arah Pasru Jambe dan sekitarnya jalur seperti biasa tidak bisa karena kena imbas acara pawai Ogoh-ogoh.

Lalu, arah Ranupane dan sebaliknya silakan hindari melintas jalan raya senduro mulai pukul.17.00 WIB s/d acara pawai ogoh selesai 23.00 WIB

“Kami akan turut mensukseskan pawai ogoh-ogoh yang merupakan kegiatan rutin tiap tahun dari umat Hindu di Lumajang. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan, kami melakukan penutupan jalan dan pengalihan arus lalulintas agar acara pawai tersebut dapat berjalan secara maksimal,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban lewat keterangannya.

Kasat Lantas I Geda Putu Giri SH juga menambahkan demi kelancaran dan kenyamanan acara dimohon kepada masyarakat pengguna motor dan mobil agar taati peraturan lalu lintas dan ikuti jalur alternatif yang ditentukan. “Agar pelaksanaan pawai ogoh ogoh dapat berjalan lancar,” kata Giri.

Totalitas

Dalam kesempatan itu, AKBP Arsal menambahkan, Polres Lumajang telah menyiapkan kekuatan penuh untuk menjaga perayaan ibadah ini. Ditambah wilayah Lumajang memiliki Pura yang cukup terkenal, yakni Pura Mandara Giri.

Petugaspun sudah mulai disebar disekitar Pura satu hari sebelum puncak perayaan Nyepi berlangsung. Apalagi, malam ini umat Hindu juga memiliki tradisi pembakaran Ogoh Ogoh disekitaran Pura Mandara Giri, yang mana sebelumnya juga akan diarak keliling Desa Senduro.

Menanggapi acara yang diperkirakan menyedot banyak animo pengunjung ini, Polres Lumajang juga telah menyiapkan pengalihan arus agar tak terjadi penumpukan di jalur menuju lokasi Pure tersebut.

Selain petugas dari Polres Lumajang, juga akan dibantu dari jajaran TNI serta Satgas Keamanan Desa Senduro dan Ormas Badak, dengan total keseluruhan ada 129 personil.

Petugas gabungan ini sendiri difokuskan di 5 titik, yakni Pos jatian, depan Mapolsek Senduro, pertigaan jalan menuju Desa Burno, pertigaan jalan ke Desa Pandansari serta yang terakhir adalah sekitaran lokasi Pura Mandara Giri Lumajang.

“Saya kerahkan anggota saya untuk berjaga di sekitaran Pura Mandara Giri Lumajang. Pengamanan kali ini memang sangat maksimal, mengingat tahun ini adalah tahun politik sehingga kami tak mau ada tindakan tindakan provokasi yang berujung fatal,” ucap Arsal.

Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian Tahun 1998 ini juga mengatakan akan mengamankan hingga perayaan selesai.

“Ini adalah wujud kami menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila. Anggota saya juga akan kami terjunkan hingga perayaan Nyepi ini selesai. Selain itu pengamanan ini juga akan dibantu dari rekan TNI, Satgas Keamanan Desa, serta dari ormas Badak yang memang berada di wilayah Kecamatan Senduro,” tutup Arsal. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here