BERITABUANA.CO, PEMALANG— BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan dan santunan kematian kepada ahli waris almarhum Ramon Setyono, atlet nasional Baseball dan juga non-ASN yang meninggal dunia karena sakit senilai Rp120,6 juta. Santunan disampaikan Menpora Imam Nahrawi setelah diterima dari Direktur Pelayanan BPJS TK Krishna Syarif.

“Pada kesempatan kali ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan hak dari ahli waris almarhum Ramon berupa santunan kematian dan dana JHT sebagai bentuk kepedulian. Kami harap dana yang kami berikan dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang produktif dan dapat membantu meringankan beban perekonomian keluarga yang ditinggalkan,” kata Krishna saat menyerahkan santunan di Pemalang, Rabu (6/3/2019).

Almarhum Ramon sehari-harinya bekerja sebagai tenaga kerja non-ASN di Dinas Pendidikan Semarang sebagai guru kontrak di Sekolah Dasar Negeri Srondol Wetan. Sebagai bentuk pengabdian kepada negeri, Almarhum juga merupakan seorang atlet pada Cabang Olahraga Baseball.

Pada Asian Games 2018, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh atlet Tim Indonesia yang berlaga di event terbesar se-Asia tersebut. Ramon merupakan salah satu atlet yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan, Ramon terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki tiga kartu peserta, dimana dua di antaranya masih aktif sebagai pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai atlet Asian Games dan pekerja Penerima Upah (PU) di Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Pada kesempatan ini Krishna Syarif menyampaikan duka citanya yang mendalam kepada Durrahman beserta istrinya Suriah yang merupakan ahli waris dari almarhum Ramon. Selain itu menyerahkan santunan, Krishna bersama Imam Nahrawi datang bertakziah ke kediaman almarhum di Desa Banglarangan, Ampel Gading, Pemalang.

Krishna juga menuturkan tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja, khususnya pada sektor profesi, seperti atlet ataupun komunitas serta organisasi kemasyarakatan. Pada sektor ini, menurutnya, Menpora memiliki peranan penting dalam memastikan kesejahteraan jajarannya, khususnya non ASN melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Sesuai dengan regulasi yang berlaku, perlindungan jaminan sosial bagi non-ASN di lingkungan pemerintah, dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan berdasarkan UU no. 40 tahun 2004 dan UU No. 24 tahun 2011,” tandas Krishna. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here