BERITABUANA.CO, JAKARTA – Juru Bicara PBNU, Nabil Haroen menyatakan bahwa benar akhir-akhir ini banyak bermunculan upaya-upaya dari segelintir orang yang akan merusak kebhinekaan di Indonesia.

“Mereka menciptakan poralisasi di negeri ini. Mereka lakukan bukan saja saat menjelang pilpres, tapi sebelum-sebelumnya juga sudah ada,” kata juru bicara PBNU Nabil Haroen dalam diskusi 4 Pilar MPR, dengan mengambil tema ‘Merawat Kebhinekaan Indonesia’, yang diselenggarakan di media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (4/3/2019).

Hal itu, menurut Nabil, dapat dilihat dari rekam jejak mereka-mereka yang muncul, bagaimana mereka ingin menggoreng isu untuk memecah belah kebhinekaan yang sudah ada ini.

“Mereka itu berusaha mengkotak-kotakan. Misalnya yang Islam pengen bikin kotak sendiri kemudian yang Kristen di kotak sendiri, Katolik dan lain. Tujuannya  . supaya terjadi benturan. Itu yang mereka harapkan,” kata Nabil.

Nah, tentunya NU sebagai salah satu pendiri republik ini, tidak bisa diseperti itukan. NU akan selalu dan terus berjuang dalam menjaga NKRI,  sebagaimana judul PBNU sendiri adalah P (Pancasila) , B (Bhineka tunggal Ika) , N (NKRI) , U (undang-undang dasar 45).

Hal itu juga, kata Nabil, sudah terkukuhkan dalam Munas dab konbes PBNU di Banjar, bahwa PBNU akan terus memperjuangkan empat pilar dimaksud. “Kita memutuskan bahwa dalam berbangsa dalam bernegara tidak dikenal istilah kafir,  tetapi dikenal sebagai warga bangsa, sesama anak bangsa sebagaimana yang diajarkan oleh para pendiri Nahdlatul ulama bahwa kita ini memiliki yang disebut ukhuwah wathoniyah,  persaudaraan sesama anak bangsa,” katanya.

Tapi, karena mungkin ada ormas yang mungkin baru saja di bubarin masih sakit hati. Maka hal itu digoreng, seolah-olah NU ingin mengganti ayat-ayat Al Quran dari Al kafirun menjadi Al muslimun,  non muslim dan sebagainya.

“Inikan berlebihan sekali, jadi  melalui forum ini juga saya menyampaikan bahwa,  apa yang kemarin diputuskan di Munas NU di Banjar itu adalah salah satu upaya dan komitmen NU terhadap kebangsaan,” katanya.(Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here