BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid menyatakan bahwa selama ini MPR melakukan sosialisasi dengan melakukan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat. Baik dari pusat sampai daerah bahkan sampai luar negeri.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari tugas pokok MPR melakukan sosialisasi. Tujuannya,  agar hak warga untuk mengetahui dasar dan konstitusi negara terpenuhi.

Dalam sosialisasi empat Pilar yang dilakukan HNW kepada di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, kemarin, dijelaskan, sosialisasi merupakan amanat dari UU No. 17 Tahun 2014 Tentang MD3.

“Dari sinilah salah satu tugas MPR adalah melakukan sosialisasi”, paparnya.

Ditambahkan, kegiatan itu dilakukan oleh MPR sejak periode 2004-2009. Dan periode sekarang mempersiapkan bahan-bahan sosialisasi. Tujuan, agar sosialisasu selanjutnya, baik kemasan maupun tema dan isi lebih menarik dan bagus dari sebelum-sebelumnya.

“Semua kita lakukan agar masyarakat paham akan sejarah bangsa, mengerti demokrasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam keseharian,” katanya.

Diakui NHW, ada sebagaian masyarakat yang menganggap demokrasi adalah bidah. Anggapan seperti itu dibantah oleh HNW. Demokrasi menurutnya adalah sarana, wasilah, untuk kemaslahatan.

“Demokrasi bukan bidah. Tak semua dari Barat adalah bidah. Demokrasi sama seperti dengan sekolah, radio, televisi — yang semuanya merupakan sarana”, tambahnya.

Dengan menjelaskan demokrasi bukan bidah diharapkan masyarakat, ummat Islam, menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. “Jangan Golput. Golput membahayakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Di hadapan ratusan warga, HNW memaparkan bahwa sosialisasi juga untuk mengabarkan bahwa kedaulatan sekarang diberikan kepada rakyat. Hal ini bisa terjadi setelah UUD diamandemen.

Dulu, kata HNW, memilih Presiden dilakukan oleh anggota MPR. Setelah diamandemen maka sekarang Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Bahkan kepala daerah pun juga dipilih langsung oleh rakyat. Untuk itu dirinya mengulang kembali agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. “Menggunakan hak pilih dalam Pemilu merupakan cara untuk menyelamatkan bangsa dan negara”, tuturnya. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here