BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dalam Pilpres 2019 nanti, Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) akan mendukung pasangan capres dan cawapres yang mempunyai tenaga untuk mengusung ide dan cita-cita GARBI, yakni menjadikan Indonesia kekuatan besar dunia.

“Ya, meskipun ormas, GARBI boleh punya dukungan dong. Yang pasti, kita akan dukung orang yang punya tenaga untuk mengusung ide dan cita-cita GARBI. Kalau ngga punya tenaga, nggak bakalan didukung,” kata Fahri dalam orasi di acara deklarasi GARBI DKI Jakarta di di Mall Epiwalk Kuningan, Jakarta, Minggu (3/3/2019) kemarin.

Fahri menyatakan ini, karena ia melihat pemerintah saat ini tidak punya tenaga lagi untuk mengangkat bangsa Indonesia menjadi kekuatan besar dunia.

“Empat tahun ini kita sudah melalui. Sepertinya, dalam pengamatan saya. Pemerintah yang sedang berjalan sekarang sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengangkat bangsa kita untuk menuju kekuatan besar di dunia,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI itu juga menilai, saat ini hukum sebagai syarat negara kacau balau, dan tidak tegak kepada semua arah. Bahkan ada kesan, hukum menjadi perlindungan bagi konco-konco dan menjadi senjata yang memusnahkan lawan. (Aldo)

“Undang-undang dan pasal-pasal karet dioperasikan kembali untuk membungkam. Ini bukan tanda-tanda dari negara yang punya kekuatan,” sebut penggagas GARBI itu.

Fahri mengatakan, GARBI mencita-citakan negara yang punya kekuatan dan gandrung pada diskusi serta pikiran. GARBI juga dilahirkan untuk menentang kedzaliman.

“GARBI lahir menentang arah lama yang tidak kuat menghadapi pikiran dan pendapat. Dan kita lahir untuk menentukan patok baru ketika bangsa sudah menyimpang arahnya. Maka arah baru diperlukan,” cetusnya.

Kesempatan itu, Fahri menyamakan GARBI sebagai epicentrum atau pusat gempa, di mana ia gambarkan organisasi tersebut sebagai pusat terjadinya guncangan, kegelisahan anak-anak muda yang menginginkan perubahan, memprotes kezaliman.

“Saya bersyukur ikut mengalami semua ini. Gejolak itu lahir secara natural, sebuah protes atas kezaliman. Lalu saya kemudian mengamati dan merenungi bahwa gelombang yang akan menentukan sejarah di masa depan memang harus dimulai dengan melawan kezaliman,” sebutnya.

Sama halnya dengan Jakarta. Fahri mengatakan seperti GARBI, Jakarta pun merupakan epicentrum karena sebagai ibu kota, merepresentasikan wajah nasional Indonesia.

“Siapa yang dapat memenangkan pertarungan politik di DKI, maka ia selangkah lebih maju dalam mempersiapkan kemenangan dalam pertarungan elektoral nasional,” ujarnya.

Adapun menurut Fahri, Indonesia Baru yang mereka cita-citakan adalah Indonesia yang menjadikan agama sebagai sumber kekuatan, inspirasi, hidup damai, bahan bakar perjuangan, dan nilai bersama berbangsa. Indonesia Baru dengan keadilan ekonomi, dan tanah air untuk kemakmuran semua rakyat.

“Indonesia Baru, mencirikan kemajuan bangsa dengan tolak ukur kemajuan teknologi, ekonomi, dan militer, untuk menjadi kekuatan 5 besar dunia. Teknologi yang mengubah kehidupan, ekonomi yang tumbuh progresif, dan militer yang kuat yang berwibawa dan disegani dunia,” katanya.

Acara deklarasi GARBI DKI Jakarat tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan politik, seperti Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, anggota DPR Mahfudz Siddiq, anggota DPR Fraksi PAN Eko ‘Patrio’ Purnomo dan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Taufik dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here