BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tidak hanya di wilayah Indonesia Timur, program tol laut juga melayani masyarakat di wilayah Indonesia Barat. Dengan selesainya pembangunan kapal KM. Kendhaga Nusantara 2  dari PT Industri Kapal Indonesia (PT IKI) Makassar, kini telah menuju Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumbar, sebagai tempat pangkalan utama.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko, Sabtu (2/3/2019) mengatakan, setelah kapal tiba di Pelabuhan Teluk Bayur dalam 5 hari ke depan, rencananya akan dilakukan penyerahannya kepada PT ASDP Indonesia yang telah ditunjuk sebagai operator kapal.

“Ini sekaligus menjadi bukti adanya sinergi BUMN yang luar biasa untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, melalui program tol laut, Pemerintah tidak hanya memberikan subsidi pada pengoperasian kapal, tetapi juga subsidi penuh dalam membangun kapal yang dibiayai oleh APBN 100% dan dibuat oleh industri galangan dalam negeri.

“Dalam kurun waktu empat tahun sejak 2015, Kemenhub telah membangun 100 unit kapal pendukung tol laut, yang terdiri dari 60 unit kapal perintis, 15 unit kapal kontainer, 20 unit kapal Rede dan 5 kapal ternak, termasuk juga kapal-kapal pelayaran rakyat,” ungkap Wisnu.

Menurutnya lagi, Indonesia tidak akan menjadi  poros maritim dunia jika tidak memiliki kapal. Untuk itu, kapal-kapal harus dibangun di galangan dalam negeri,  dioperasikan sendiri dan didaftarkan sebagai kapal berbendera Indonesia untuk mengangkut muatan nasional.

Wisnu berharap, suatu saat nanti Indonesia bisa membuat kapal kargo besar berukuran di atas 50.0000 DWT untuk pengangkutan muatan ekspor impor Indonesia. Kapal ini dibangun dengan komponen sebagian besar menggunakan komponen dalam negeri walaupun mungkin mesin induknya saja yang masih menggunakan produk negara lain.

“Kita harus menuju ke arah kemandirian maritim. Diharapkan ke depannya galangan kapal tidak hanya tumbuh di wilayah tengah dan barat saja, dan sekitar 60 % kapal-kapal perintis beroperasi di wilayah timur. Oleh karenanya, perlu dilakukan perbaikan dan pengaturan yang sistematis khususnya dalam efisiensi penggunaan anggaran yang sesuai untuk docking dan pemeliharaan kapal,” tutup Wisnu. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here