BERITABUANA.CO, PADANG ARO – Takut akan terjadi gempa susulan, warga Solok Selatan (Solsel) yang terdampak bencana gempa masih trauma untuk menghuni rumahnya. Mereka lebih memilih tinggal di tenda darurat yang didirikan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kamis (28/2/2019) kemarin.

Sekretaris BPBD Solsel, Sumardianto ditemui dilokasi, Jumat (1/3/2019), menyebut bahwa jumlah pengungsi korban gempa yang berada di tenda-tenda darurat, berjumlah 55 KK.

Lanjutnya, tim reaksi cepat (TRC) dan assesment terus melakukan upaya penanganan darurat bencana, dengan mendirikan tenda dan posko kesehatan.

“Sebagian korban gempa di Kecamatan SBJ terpaksa menginap di tenda pengungsian. Mereka ini, adalah korban gempa yang rumahnya mengalami rusak berat,” kata Sumardianto.

Sedang Walinagari Sungai Kunyit, Kecamatan SBJ, Rusnijal, pasca gempa kemarin, warga saat ini masih mengalami trauma dan lebih memilih tinggal di tenda pengungsian. Apalagi, Kecamatan SBJ merupakan lokasi terparah berada di Jorong Koto Sungai Kunyit.

“Tenda dan dapur umum sudah didirikan oleh pihak BPBD dan Dinas Sosial. Untuk rumah yang rusak berat, warga mengharapkan segera bisa diperbaiki,” katanya. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here