BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dalam rangka mengentaskan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), juga dalam rangka memerangi kemiskinan yang ada di lingkungan, relawan sebagai pilar sosial mesti berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Juga, supaya masyarakat bisa berkembang secara baik, bisa tumbuh dengan baik,” Mensos Agus Gumiwang kepada wartawan di sela acara Sinergi Pilar-pilar Sosial di Jakarta, Kamis (28/2/2019) kemarin.

Menurut Mensos, relawan sosial tak terpisahkan dari Kemensos. Relawan setiap hari berada di lapangan untuk mengidentifikasi dan mengentaskan PMKS dengan berkoordinasi bersama pemda.

“Pada 2018, Kemensos mampu menekan angka kemiskinan,” ujarnya seraya mengapresiasi pada para relawan.

Melanjutkan pernyataanya, Agus Gumiwang menuturkan, hasil survei BPS September 2018 lalu, angka kemiskinan yang ada di Indonesia sudah berhasil ditekan dari 9,8 sekarang menjadi 9,66.

“Bukan hanya angka kemiskinan, generasio juga sudah membaik, sudah pada titik 0,381,” tambahnya lagi.

Selain itu, masih menurut Agus Gumiwang, revolusi industri 4.0, merupakan peluang bagi Indonesia. Untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang relatif maju.

“Seperti contohkan, kemajuan teknologi yang bisa dikombinasikan dalam usaha mengentaskan kemiskinan,” terangnya.

Di sisi lain, pada kesempatan itu Mensos mengajak para relawan untuk memerangi hoax. Menurut dia, hoax patut diperangi karena bisa berimbas pada munculnya masalah sosial.

Dikemukakannya, tidak ada agama yang mengajarkan untuk berbohong dan menyebarkan kebohongan. Untuk itu, para relawan sempat membuat kesepakatan untuk bersatu memerangi hoax.

“Hoax, jelas Mensos, kalau didiamkan bisa menjadi masalah sosial yang ada di masyarakat. Kita harus punya pandangan seragam, antara pemerintah pusat-daerah maupun masyarakat, untuk memerangi hoax,” pungkas Mensos Agus Gumowang. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here