Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Siap Lindungi Petani Sawit

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA–Petani sawit memiliki risiko atas kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja pada saat beraktivitas. Kecelakaan itu bisa akibat dari alat pertanian yang dipakai bekerja maupun bahaya yang berasal dari binatang buas yang berada di areal perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan menaruh perhatian serius kepada pekerja perkebunan kelapa sawit dan petaninya untuk menjadi peserta program jaminan sosial ketenakerjaan,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) E. Ilyas Lubis usai penandatangan kerja sama dengan Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) H. Anizar Simanjuntak di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Melalui kerjasama ini, jelasnya, BPJS Ketenagakerjaan akan melindungi para petani kelapa sawit yang ada di Indonesia. Sektor kebun kelapa sawit di Indonesia tercatat 8,1 juta hektar lahan digunakan sebagai industri perkebunan kelapa sawit yang dikelola langsung oleh petani sawit secara mandiri.

“Jadi, keberadaan petani sawit dan pekerjanya ini memiliki potensi besar untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ilyas. Terlebih lagi, petani sawit itu memiliki risiko atas kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja pada saat melakukan pekerjaannya.

Untuk itu, lanjutnya, penandatanganan perjanjian kerja sama ini bertujuan memberikan pemahaman dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada petani sawit di seluruh Indonesia. Setelah itu, para petani sawit akan terlindungi dari berbagai risiko sosial yang mengintai. Hal ini, menurut Ilyas, sebagai perwujudan kehadiran negara dalam peningkatan kesejahteraan petani sawit di Indonesia.

Adapun proses pendaftaran kepesertaan petani sawit dalam program BPJS Ketenagakerjaan, kara Ilyas, busa lewat APKASINDO yang merupakan organisasi profesi petani kelapa sawit yang dibina Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Republik Indonesia (GAPPERINDO) dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

“Saat ini jumlah anggota APKASINDO sekitar satu juta orang petani sawit yang tersebar di 116 Kabupaten dan 22 Propinsi di Indonesia yang memiliki kartu keanggotaan dengan informasi data personel dan lokasi kebun,” tandas Ilyas Lubis. (Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *