BERITABUANA.CO, JAKARTA – Di pasar low multi-purpose vehicle (LMPV) yang ketat sekali persaingannya, Mobilio tidak lagi jadi primadona penjualan. Menanggapi ini Marketing and After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy, mengungkapkam kalau Bobilio  bukan lagi leader di segmen LMPV.

“Kami  sudah berusia 4 tahun. Kita paham sekali akan hal itu, konsumen Honda Mobilio beralih ke tipe smart buyer dan every day user. “ jelas Jonfis, Rabu kemarin (27/2)  sebelum acara Test Drive Mobilio buat media.

Smart buyer adalah pembeli yang kritis. Tidak hanya mementingkan fitur, tapi juga memperhitungkan running cost, kenyamanan maupun resale value (harga jual kembali). Untuk everyday user, Jonfis menambahkan, adalah konsumen yang menggunakan mobil untuk kegunaan sehari-hari dan sudah tahu mobil seperti apa yang dibutuhkan.

Sedangkan  upaya Mobilio untuk merangkul kedua tipe konsumen itu dengan cara  maksimalkan value yang bisa mereka dapat. Seperti yang dilakukan sekarang dengan penyegaran di eksterior maupun fitur. Honda Mobilio mengalami major change pada 2014 dan 2017.

Jonfis pun percaya bahwa Mobilio yang merupakan LMPV berdesain stylish, irit bahan bakar, dan fun to drive itu walaupun memang tidak lagi jadi leader masih sangat relevan dengan kebutuhan konsumen.

”Kita tunjukkan kelebihan-kelebihan layanan yang dimiliki Honda, termasuk running cost yang rendah,” ujar Jonfis seraya menyatakan target penjualan tahun ini tetap di angka 20.000-an.

Kelebihan itu antara lain fasilitas purnajual dengan biaya operasional rendah seperti gratis biaya jasa perawatan hingga 50.000 km/4 tahun hingga fasilitas layanan darurat 24 jam Experience Honda yang meliputi bantuan di jalan.

”Konsumen membeli dengan membaca internet, mendapat referensi, membandingkan ini dan itu, termasuk biaya yang timbul serta harga jual kembali. Soal itu kami sangat percaya diri,” ungkap Jonfis.

Dia menambahkan, LMPV adalah segmen pasar terbesar di Indonesia. Meski demikian konsumen di segmen ini sangat sensitif terhadap harga. Karena itu pihak Honda sengaja memberikan lebih banyak fitur dan value, tetapi tetap tidak menaikkan harga. ”Kita ingin memberikan benefit kepada konsumen,” katanya.

Untuk 2019 sendiri, market Indonesia masih tetap berkonsentrasi pada Low SUV dan Low MPV, serta LCGC. ”Kalau pemain besar terus meluncurkan produk baru, maka bisa mendongkrak pasar. Seperti saat Honda pertama luncurkan HR-V dan BR-V, mendadak pasar LSUV meroket. Tahun lalu pasar Low SUV justru turun,” bebernya

Sebagai catatan sepanjang 2018, Toyota Avanza tetap memimpin pasar dengan 82.167 unit. Di posisi kedua menempel ketat Mitsubishi Xpander di angka 75.075 unit, Suzuki Ertiga 32.592 unit, Daihatsu Xenia 29.521 unit, dan Honda Mobilio 23.561 unit. Di belakangnya ada pesaing asal China, Wuling Confero dengan 11.062 unit.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2017 dan 2016 Mobilio terjual masing-masing 35.430 unit dan 39.482 unit. Sejak pertama kali diluncurkan pada September 2013, Honda Mobilio telah terjual sebanyak 221.537 unit.(Lsw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here