BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa kebijakan KTP-el berlaku seumur hidup merupakan amanat Undang-Undang Administrasi dan Kepentudukan (UU Adminduk), yaitu UU Nomor. 23 Tahun 2006 dan UU Nomor 24 Tahun 2013.

“Berdasarkan Pasal 64 ayat (7) dan ayat (8), KTP-el bagi WNI berlakunya seumur hidup, namun bisa diganti jika ada perubahan elemen data seperti alamat, gelar, status perkawinan, pekerjaan dan lain sebagainya,” ungkap Zudan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Selain untuk WNI, lanjut dia, KTP-el juga diperuntukkan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang disesuaikan masa berlaku Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap). Juga di KTP-el jelas tertera status kewarganegaraannya, yaitu Warga Negara Asing.

“Meskipun memiliki KTP-el, orang Asing ini dibatasi hak-haknya, seperti tidak bisa memilih dan dipilih dalam Pemilu, jelas dia lagi.

Kesempatan itu, Zudan mengimbau kepada masyarakat wajib mengganti KTP-el bila pindah alamat, ganti pekerjaan, berubah status perkawinan, ganti agama, menambah gelar, ganti foto dari belum berjilbab menjadi berjilbab.

“Jadi tidak benar bila KTP-el berlaku seumur hidup kemudian KTP-el tidak bisa diganti. KTP-el itu berlaku seumur hidup bila tidak ada perubahan datanya,” jelasnya.

Sebelumnya terkait isu KTP-el seumur hidup juga didera karena desas-desus KTP-el seumur hidup dinisbahkan untuk kepentingan WNA asal China untuk memenangi pasangan tertentu pada Pilpres Pemilu 2019. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here