TULISAN ini mungkin sudah banyak orang tahu. Bahwa disaat sekarang tidak ada toko penjual burung berkicau yang tidak dipadati oleh calon pembeli yang akan membeli burung. Satu yang menjadi keunikan di suasana pembelian burung berkicau di toko burung. Bagaimana kita bisa mendengar dari puluhan burung yang terbaik dan menjadi bidikan untuk membelinya.

Jelas itu sangat sulit. Dari puluhan burung sejenis dikandang bersama kita harus menperhatikan dan mendengarkan satu burung, dua atau lebih yang akan kita beli.

Namun bagi penggemar burung hal itu sangat mudah. Pak Narsam, misalnya. Salah seorang yang ditemui di Toko Burung Muthe Jaya, Jalan Cendrawasih Raya, Perumnas I, Bekasi Kota.

Saat saling mendengar suara ratusan burung yang ada di toko itu terdengar suara berkukur. Dia langsung tahu dan menunjuk burung jenis Perkutut. Setelah diperhatikan, seperti yang ditunjuknya dikandang burung Perkutut yang jumlah ada sekitar 30 ekor. Ternyata benar. Padahal, bagi orang pada umumnya sangat sulit. Mendengarkan satu suara burung dari ratusan berbagai jenis burung yang hampir rata-rata berbunyi dengan khasnya dan gemuruh dengan suara pembeli.

Itu Pak Narsam. Pembeli lain pun sibuk mendekatkan telinga dan mata mereka ke kandang jenis burung yang akan dibeli. “Saya ambil yang ini dan ini (dua ekor) jenis burung Love Bird,” ucap Salomo salah seorang pembeli Love Bird dengan harga per ekor Rp 90 ribu.

Memang sangat luas biasa. Penggemar burung itu. Tahu satu per satu suara burung, dan bisa mendengar burung yang disebut mereka akan lebih mudah merawatnya jadi bunyi. Atau istilah dikalangan mereka disebut ‘gacor’.

Di toko itu pun ada berbagai jenis burung. Seperti, Parkit, Kenari, Emprit Pala Haji, Love Bird, Galak Suren dan lainnya. Harganya pun dari mulai harga Rp 40 ribu – Rp 900 ribu.

“Di sini burung. Dua minggu sekali habis,” kata pemilik toko menerangkan kepada salah seorang calon pembeli. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here