BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pidato kenegaraan yang dilakukan Presiden Widodo di Sentul, tak lain adalah pengulangan pidato-pidato sebelumnya, laporan tentang apa-apa yang telah dilakukan, dengan angka-angka yang ngasal.

“Maaf. Laporan-laporan Presiden Widodo itu diragukan kredibilitasnya. Kenapa? Seperti pada debat capres 2. Banyak sekali data ngasal, ngawur dan cenderung Hoax?” kata mantan Menko Maritim Rizal Ramli saat acara ngobrol bareng dengan Dr. Rizal Rami dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis dan Pembawa Perubahan”, di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Kenapa seperti itu terus terjadi? kata Rizal Ramli sambil bertanya. Karena kebiasaan Widodo yang suka mengklaim prestasi berlebihan, dan lingkaran dalamnya yang bermental ABS (Asal Bapak Senang).

Rizal Ramli pun kembali menegaskan bahwa pidato Widodo di Sentul, kurang jujur, karena tidak mengakui kegagalan yang terjadi.

“Seharusnya jika kesatria, Widodo berani meminta maaf dan ganti strategi. Jika Widodo melakukan hal itu, baru akan terlihat harapan dan optimisme baru. Karena Widodo tak mau minta maaf, dan ganti strategi, sehingga kegagalannya justru menebar pesimisme dan mengubur harapan,” tukas ekonom Indonesia ini. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here