BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ekonom Indonesia Rizal Ramli menyatakan kesalutannya atas keinginan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang akan melakukan revisi pada UU ITE, bila nantinya terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

“Saya mendukung niat bagi mereka. Memang seharusnya UU ITE yang ada saat ini direvisi. Tidak sesuai dengan alam demokrasi,” jelas mantan Menko Maritim pada acara ngobrol bareng dengan Dr. Rizal Rami dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis dan Pembawa Perubahan”, di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Menurut Rizal Ramli, UU ITE yang saat ini digunakan hanya untuk melakukan penekanan berdemokrasi. “Makanya saya dukung niat baik Prabowo dan Sandi yang mau merevisi UU ITE. Sementara pihak Presiden Widodo tidak tergerak sama sekali,” katanya.

Menurut Rizal Ramli, apa termaktub di UU ITE itu sudah masuk dalam ranah KUHAP. Jadi kalau cuma pencemaran nama baik, sudah diatur UU KUHAP.

“Jangan belum apa-apa ditangkap karena ada UU ITE. Sebaiknya, kalo cuma ada celotehan salah, ya dibenarkan saja. Kalo memang gak senang, gak usah dilihat,” kata Rizal Ramli.

Rizal mengaku setuju dengan UU ITE. Tapi batas tertentu saja. Misal, pornografi, SARA, Terorisme atau lainnya. Tapi kalo masalah politik, dibantah juga bisa. Jadi tak perlu ditangkap. Di era Presiden Gus Dur tidak ada tangkap menangkap seperti sekarang

Nah, yang perlu dibenahi itu, kata Rizal Ramli, hilangkan semua buzzer. “Saya minta tokoh-tokoh politik berhenti sewa buzzer. Itu yang membuat kacau,” katanya. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here