BERITABUANA.CO, GUWAHATI – Di negara bagian barat laut India, sedikitnya 150 orang meninggal akibat meminum minuman keras beracun. Ini tragedi kedua di negara itu bulan ini.

Banyak lagi orang dirawat di rumah sakit. Sementara pihak berwenang mencoba menemukan sumber kejadian itu dan menangkap pelaku.

Jumlah tersebut didasarkan pada laporan dari tiga rumah sakit di bagian timur negara bagian Assam. Pihak berwenang memperkirakan jumlah orang yang meninggal 84 pada Sabtu (23/2/2019).

“Kami mencatat masih lebih dari 170 orang dibawa ke rumah sakit dengan pasien-pasien baru dibawa dari kawasan-kawasan terdekat. Setelah meminum minuman itu, dua hari kemudian terjadi komplikasi,” kata Menteri Kesehatan Assam Biswa Sarma.

“Kami telah mengirim sampel untuk pemeriksaan forensik guna menentukan bahan-bahan yang digunakan dalam minuman keras itu yang merenggut nyawa banyak orang,” kata dia.

Tragedi minuman keras Assam terjadi hampir dua pekan setelah lebih 100 orang meninggal akibat meminum minuman beralkohol di dua negara bagian India Utara, Uttarakhand dan Uttar Pradesh, dalam kasus terburuk di negara itu sejak tahun 2011.

Kematian akibat meminum minuman beralkohol, yang diproduksi secara liar, dikenal di daerah setempat dengan sebutan “hooch”, biasa terjadi di India, tempat banyak orang tak mampu membeli minuman keras bermerk.

“Kami sedang memeriksa mereka dan segera menemukan sumber dan orang-orang yang terlibat dalam pemasokan minuman keras beracun itu,” kata Mukesh Agarwal, kepala kepolisian Assam. (Ant/Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here